Jadi Anggota DPR, Irma Chaniago Mundur dari Komisaris Pelindo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Irma Suryani Chaniago di Posko Cemara Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Irma Suryani Chaniago di Posko Cemara Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago kembali menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Dia dilantik sebagai anggota Antar Waktu (PAW) dari Fraksi NasDem menggantikan Percha Leanpuri yang meninggal dunia akibat COVID-19, Agustus lalu.

Irma mengungkapkan dirinya sudah mengundurkan diri sebagai komisaris PT Pelindo setelah menjadi PAW Fraksi NasDem. Pengunduran dirinya dilakukan sebelum Presiden Jokowi mengeluarkan SK terkait PAW anggota DPR.

"Saya begitu partai menyatakan bahwa saya PAW, kemudian saya langsung komunikasi dengan Pak Menteri (Erick Thohir) dulu sejak itu saja mundur. Sebelum SK Presiden turun kan begitu KPU sampaikan ke Presiden dan Presiden setuju dulu dong," kata Irma kepada wartawan, Jumat (10/12).

Irma mengatakan, pengunduran diri harus dilakukan agar tak terjadi rangkap jabatan. Surat pengunduran dirinya pun sudah disampaikan kepada Erick Thohir.

"Kalau Presiden enggak setuju ya kalau saya mundur, sebelum ada keputusan Presiden ya repot. Jadi setelah surat KPU masuk ke Presiden saya mundur, saya sudah sampaikan ke Erick surat resmi saya sudah mundur. Jadi begitu saya tahu bahwa KPU menetapkan, saya mundur kan itu wajib dilakukan ya enggak boleh rangkap jabatan," jelas dia.

Irma Chaniago di Rumah Cemara, Jakarta Pusat. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Irma menambahkan. saat ini dirinya masih berada di komisi II DPR, yang berfokus pada bidang pemerintahan dalam negeri hingga kepemiluan, karena Percha merupakan anggota komisi tersebut sebelum meninggal.

Namun, pekan depan kemungkinan ia akan dipindahkan sebagai anggota komisi IX DPR yang memiliki lingkup ruang tugas di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.

Selama menjadi anggota DPR, Irma memastikan dirinya akan terus bersuara dan kritis. Ia menuturkan kritik yang disampaikan akan konstruktif sesuai data yang ada.

"Oh iya kalau saya gitu. Tapi saya selalu kritik, saya konstruktif karena saya selalu by data. Saya ngomong by data kemudian saya kasih solusinya harusnya begini jangan begini," ucapnya.

Menurut Irma, pemerintahan Jokowi tetap harus dikawal agar setiap kebijakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah itu enggak semuanya baik, ada juga yang enggak bagus kita kan harus memback up Presiden. Jangan sampai presiden terjerumus kalau kita sudah dengan Presidennya ya kita harus backup," tandas Irma.