Jadi Calon Dirjen Pajak, Ini Kelebihan dan Kelemahan Robert Pakpahan

Nama Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, mencuat sebagai calon Dirjen Pajak menggantikan Ken Dwijugiasteadi. Meskipun hal ini segera dibantah pihak Istana, namun beberapa pihak meyambut baik.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo dan Darmin Nasution bisa dijadikan tolok ukur untuk calon Dirjen Pajak selanjutnya. Sebab, kedua sosok tersebut memiliki sifat dan karakteristik yang baik di otoritas pajak.
"Kombinasi Dirjen yan bagus adalah Hadi dan Darmin. Hadi kekuatan manajemennya bagus, nah kalau Darmin orangnya meng-encourage, orang jadi merasa aman," ujar Prastowo saat Media Gathering Pajak di Manado, Jumat (24/11).
Menurut dia, Robert memiliki beberapa kesamaan dengan kedua karakteristik tersebut, yakni pembawaanya yang kalem. "Saya kira Pak Robert enggak harmful ke orang lain," katanya.
Namun, Prastowo mengatakan, ada catatan penting bagi Robert, yaitu minimnya pengalaman di lapangan. Sebab selama ini Robert tak pernah menjadi Kepala Kantor Wilayah Pajak (Kakanwil).
"Ini satu catatan, pengalaman lapangannya kurang, enggak pernah jadi Kakanwil, ini salah satu kelemahan tapi ini enggak masalah, dalam hal manajemen ke dalam semoga bisa mendekati Pak Darmin, merangkul, Pak Hadi, menurut saya juga komitmen untuk memback-up," jelasnya.
Meski demikian, dia berharap siapapun yang akan menjadi Dirjen Pajak nanti harus collective collegial, yakni bersama- sama sehingga fungsinya terus berjalan dan mendorong generasi muda Ditjen Pajak.
"Saya harap siapapun Dirjennya harus collective collegial untuk dorong yang muda-muda dapat peran lebih banyak sekaligus magang. Cara berpikir jangka panjang dibutuhkan agar kita enggak perlu berputar-putar," jelasnya.
