Jadi Kapolda Sumsel, Irjen Toni Harmanto Punya Harta Rp 1,1 Miliar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto. Foto: Dok. Istimewa

Jabatan Kapolda Sumatera Selatan kini dipegang oleh Irjen Toni Harmanto. Ia menggantikan Irjen Eko Indra Heri yang dimutasi menjadi Karosahli Kapolri.

Berdasarkan situs KPK, Toni Harmanto sudah tiga kali melaporkan harta kekayaannya. Yakni pada 2017 saat menjabat Karobinops Bareskrim Polri, lalu pelaporan periodik 2019 dan 2020 selaku Kapolda Sumatera Barat.

Namun dari tiga LHKPN itu, hartanya tidak berubah dari 2017 hingga 2020, yakni sekitar Rp 1,1 miliar. Bila dicek isi harta kekayaannya pun tidak ada perubahan.

kumparan post embed

Berikut rinciannya:

  • Tiga aset berupa tanah serta bangunan berada di Kota Jakarta Timur dan Bogor senilai Rp 860 juta. Ketiga aset itu tercatat sebagai warisan

  • Kendaraan berupa mobil Toyota Altis tahun 2004 dan motor Honda Supra tahun 2014 senilai total Rp 104 juta

  • Aset berupa kas dan setara kas senilai Rp 216.006.999

Total: Rp 1.180.006.999

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menerima bantuan Rp 2 Triliun untuk penanganan COVID-19. Foto: Dok Pribadi

Posisi Kapolda Sumsel ini sempat menjadi sorotan publik ketika muncul kabar adanya sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Polemik mulai muncul lantaran sumbangan itu rencananya ditransfer ke rekening pribadi Irjen Eko Indra Heri selaku Kapolda Sumsel.

Tak hanya itu, sosok Akidi Tio yang disebut-sebut sebagai pengusaha berbagai bidang juga sulit ditemukan profilnya. Bahkan para pengusaha di Kadin juga tak kenal dengan Akidi Tio.

Belakangan, PPATK mengungkap keluarga Akidi Tio tak mempunyai rekening yang isinya hingga Rp 2 triliun. Bilyet bank yang tertulis Rp 2 triliun untuk sumbangan ini pun dinyatakan kosong.

Anak Akidi Tio, Heryanti Tio, pun diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan. Irjen Eko Indra Heri pun sempat diperiksa tim internal dari Itwasum Polri dan Paminal Div Propam Polri.