Jadi Menlu, Arrmanatha Tegaskan Pencalonan RI di DK PBB 2029-2030

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat tiba dan disambut di Kantor Kemlu RI, Jakarta, sesaat setelah dilantik Presiden, Kamis (1/10/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat tiba dan disambut di Kantor Kemlu RI, Jakarta, sesaat setelah dilantik Presiden, Kamis (1/10/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir atau Tata menegaskan komitmen Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029-2030.

Hal tersebut disampaikan Tata saat tiba di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta Pusat, Kamis (1/10), sesaat setelah dirinya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menlu RI di Istana Negara.

Tata mengatakan pencalonan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil.

“Pencalonan kita sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030 itu kembali lagi menunjukkan komitmen Indonesia untuk memastikan partisipasi aktif dalam menciptakan dunia yang lebih aman, lebih stabil,” kata Tata.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat tiba dan disambut di Kantor Kemlu RI, Jakarta, sesaat setelah dilantik Presiden, Kamis (1/10/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Menurut Tata, Indonesia juga akan menggunakan pencalonan tersebut untuk memperkuat komitmen terhadap multilateralisme sekaligus mendorong reformasi sistem multilateral.

“Ini juga menunjukkan kepercayaan kita pentingnya multilateralisme sehingga kita juga terus akan menggunakan kesempatan pencalonan kita untuk mendorong reformasi sistem multilateral,” ujarnya.

Tata menegaskan agenda tersebut akan menjadi bagian dari mandat politik luar negeri Indonesia yang dijalankan Kemlu RI sesuai arahan Presiden.

“Mandat kita adalah dari konstitusi dan ini telah dijalankan dengan sangat baik oleh Bapak Sugiono dan tentunya kami akan teruskan apa yang telah sangat baik dilakukan oleh Bapak Sugiono,” kata Tata.

Tata sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri RI sebelum dilantik sebagai Menlu menggantikan Sugiono.

Sugiono pada hari yang sama dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).