Jadi Musyrif Diny, Cholil Nafis Optimistis Haji 2026 Lancar dan Ramah Lansia
·waktu baca 3 menit

Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Cholil Nafis, optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar. Meski, terdapat berbagai tantangan, terutama tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia).
Harapan tersebut disampaikan Cholil Nafis setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, Selasa (12/5).
“Harapan saya, mudah-mudahan penyelenggaraan haji ini berjalan dengan lancar karena menyelenggarakan haji ini bukan hal yang mudah karena ada hubungannya dengan negara lain,” ujar Cholil Nafis.
Menurutnya, tantangan penyelenggaraan haji Indonesia cukup besar karena mayoritas jemaah merupakan lansia, sementara ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Meski demikian, ia optimistis seluruh proses penyelenggaraan dapat berjalan sesuai rencana.
Cholil menilai koordinasi yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah bersama pemerintah Arab Saudi telah berjalan baik. Ia juga menyebut skema pelayanan yang disiapkan sudah dirancang lebih ramah terhadap kebutuhan jemaah lansia.
“Saya punya keyakinan dengan dikoordinir oleh Gus Irfan, Kementerian Haji dan Umrah ini berjalan dengan baik karena kita sudah membuat sebuah setting penyelenggaraan ibadah haji yang ramah lansia. Tentu kita harapkan dari semua proses ini menjadi haji mabrur,” ungkapnya.
Selain kelancaran ibadah, Cholil berharap para jemaah haji Indonesia dapat membawa dampak positif setelah kembali ke Tanah Air. Menurutnya, predikat haji mabrur tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Setelah pulang membawa haji mabrur bukan hanya pada dirinya, tapi mabrur memberikan kebaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saya mendoakan mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan penyelenggaraan haji hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.
“Melihat dari skema, rencana, prosesnya sudah berjalan baik, on the track, secara syar'i sudah benar, secara peraturan juga sudah benar, koordinasinya pun dengan pemerintah Arab Saudi juga sudah baik. Mudah-mudahan tidak ada hambatan dan berjalan dengan lancar," ucapnya.
Apa Itu Musyrif Diny?
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) telah memberangkatkan lebih dari 30 orang sebagai Musyrif Diny.
Cholil Nafis, yang merupakan salah satu Musyrif Diny, menjelaskan, kalau Musyrif Diny adalah pihak yang ikut serta menentukan kebijakan sesuai syariah dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Seperti murur, bagaimana yang sesuai? Dari syariahnya seperti apa? Kemudian dilaksanakan dalam praktiknya,” ucap Cholil Nafis.
Cholil menerangkan Musyrif Diny ini akan ikut serta memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dan para pemuka agama islam baik laki-laki maupun perempuan akan ditempatkan di sektor-sektor jemaah haji Indonesia.
“Karena harus mengarahkan para pembimbing haji, mengarahkan jemaah. Jadi kan masing-masing kloter sudah ada pembimbing, bahkan travel sudah ada pembimbing. Sebenarnya akhirnya untuk menyatukan pendapat yang rajih (lebih berbobot) yang mau diambil,” terangnya.
“Maka musyrif diny-lah yang akan menjadi pemberi fatwanya, pemberi pendapatnya untuk dipakai oleh kita semua,” tandasnya.
Berikut nama-nama Musyrif Diny yang telah diberangkatkan Kemenhaj menuju tanah suci yang nantinya berperan di tiap-tiap sektor dan daerah kerja (daker) Makkah dan Madinah:
Abdulloh Kafabihi Machrus Aly
Cholil Nafis
M. Asrorun Niam
Buya Gusrijal
Liliek Noer Chalida
Hindun Anisah
Muhammad Ziyad
Misbahul Munir
Sholahudin Masruri
Rohimi Zamzam
Umaimah Wahid
Syafrida Hani
Nur Ahmad
Achmad Subaidi Affan
Moh. Ayyub Mustofa
Muhammad As'Ad Ilyas Khotib
Julian Lukman
Shodiqul Amin
Afharrozi
Aries Dwi Choiron
Haris Muslim
Afifuddin
Muhyidin Thohir
Saiful Islam
Faturahman Kamal
Fahmi Amrullah
Ihsan Kamil
Sari Damayanti
Sabela
Siti Badiah
Tgk Muhammad Ali
Neyla Saida Anwar
