Jadi Sasaran Anti-Islam, Keluarga Muslim di Kanada Ditabrak Truk Pickup

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Shutter Stock

Empat anggota keluarga muslim di Kanada tewas pada Minggu (6/6) akibat tertabrak sebuah truk pickup yang melompati trotoar di London, Kanada. Menurut penyelidikan polisi, penabrakan dilakukan secara sengaja oleh orang yang menyasar kejahatan rasial anti-Islam.

"Ada bukti bahwa ini adalah tindakan yang direncanakan. Direncanakan sebelumnya, dimotivasi oleh kebencian," kata Inspektur Detektif London Paul Waight kepada wartawan, Senin (6/7).

"Diyakini bahwa para korban ini menjadi sasaran karena mereka Muslim," imbuh dia.

Akibat insiden tersebut, seorang wanita berusia 74 tahun meninggal di tempat kejadian. Adapun seorang pria berusia 46 tahun, serta dua wanita berusia 44 tahun dan 15 tahun meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun selamat dan dirawat di rumah sakit dengan luka serius. Polisi mengatakan bahwa keluarga telah meminta agar nama-nama korban tidak dirilis.

Pada hari penabrakan, polisi menangkap tersangka penyerang berusia 20 tahun, Nathaniel Veltman. Dia merupakan penduduk London.

Bukan kali pertama, ternyata penyerang itu memiliki sejumlah riwayat kejahatan. Ia telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu tuduhan percobaan pembunuhan.

Selain penjelasan tersebut, Waight tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Namun ia mengatakan polisi di London, sekitar 200 km (120 mil) barat daya Toronto, telah bekerja sama dengan Royal Mounted Canadian Police untuk mengajukan tuntutan terorisme.

Menanggapi peristiwa ini, Wali Kota London Ed Holder menyampaikan belasungkawa. Ia mengecam keras pembunuhan yang melawan Muslim dan tak mencerminkan citra Kota London itu.

"Kami berduka untuk keluarga, tiga generasi di antaranya sekarang telah meninggal," katanya kepada wartawan dalam konferensi pers virtual bersama para polisi.

"Ini adalah tindakan pembunuhan massal, dilakukan melawan Muslim, melawan London, dan berakar pada kebencian yang tak terkatakan," imbuh dia.