Jadi Tersangka Hasut Demo, Direktur Lokataru dkk Terancam 6 Tahun Penjara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam memberikan keterangan pers demonstrasi berujung ricuh saat konpers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam memberikan keterangan pers demonstrasi berujung ricuh saat konpers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Polda Metro Jaya telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghasutan terhadap pelajar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.

"Penyidik memiliki keyakinan untuk menetapkan 6 orang tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam dalam jumpa pers, Selasa (2/9).

Keenam tersangka itu, yakni:

  1. Direktur Lokataru, Delpedro Marhaen

  2. Staf Lokataru, Muzaffar Salim

  3. Admin Instagram Aliansi Mahasiswa Penggugat, Khariq Anhar

  4. Admin Instagram Gejayan Memanggil, Syahdan Husein

  5. Pembuat tutorial dan penyebar bom molotov, RAP alias Profesor R

  6. Wanita yang menyiarkan langsung demo di TikTok, FL

Polisi menujukkan barang bukti demonstrasi berujung ricuh saat konpers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Para tersangka itu dijerat dengan Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 87 juncto Pasal 76H juncto Pasal 15 UU Perlindungan Anak juncto Pasal 28 ayat 3 UU Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman pidana pasal 160 ancaman pidana nya 6 tahun, kemudian Undang-undang Perlindungan Anak ancaman pidananya 5 tahun, kemudian Undang-undang ITE ancaman pidananya 6 tahun," beber Ade Ary.

Terhadap para tersangka hingga kini masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

****

Pesan redaksi:

Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.