Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2020, Tokyo Catat Kasus COVID-19 Tertinggi
·waktu baca 2 menit

Tuan rumah Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang, mendapatkan penambahan kasus COVID-19 tertinggi sepanjang pandemi berlangsung. Sebanyak 2.848 kasus konfirmasi di kota tersebut dilaporkan pada Selasa (27/7).
Saat ini, Jepang tengah menghadapi gelombang kelima. Namun pada gelombang kali ini disebabkan oleh varian Delta yang memang punya penyebaran lebih cepat dan juga risiko rawat inap yang lebih tinggi dibanding virus aslinya.
"Ini varian Delta," kata Kenji Shibuya, mantan direktur Institute for Population Health di King's College London, dikutip dari Reuters.
Dari data yang ada, varian Delta ini memang telah meningkatkan jumlah pasien rawat inap. Bahkan dalam sebulan terakhir tercatat ada kenaikan hingga dua kali lipat.
Setidaknya hanya 20,8 persen dari 12.635 pasien COVID-19 di Tokyo saat ini yang dapat memperoleh perawatan di rumah sakit. Jika persentase menyentuh di bawah ambang batas 25 persen, maka pemerintah harus segera mengeluarkan pernyataan darurat.
Kini, pernyataan darurat keempat telah dinyatakan hingga Olimpiade berakhir nanti. Ini merupakan upaya pemerintah Jepang untuk menekan persentase keterisian rumah sakit.
Walau Olimpiade sedang berlangsung, Shibuya mengatakan belum diketahui seberapa besar pengaruh ajang olahraga terbesar tersebut terhadap lonjakan kasus yang terjadi di Tokyo.
Pelaksanaan Olimpiade ini memang ajang yang sangat ditunggu-tunggu. Terlebih setelah sempat ditunda akibat pandemi yang seharusnya dilaksanakan pada tahun lalu. Namun, Shibuya melihat adanya sikap yang tidak konsisten pada pemerintah setempat. Di satu sisi, penduduk Tokyo diminta untuk tinggal di rumah. Di sisi lain, sebuah ajang internasional justru digelar di Tokyo.
"Pemerintah telah mengirimkan sinyal bahwa orang-orang seharusnya tinggal di rumah pada saat yang sama mereka merayakan Olimpiade. Ini adalah pesan yang sama sekali tidak konsisten," kata Shibuya.
