Jaga Demo Revisi UU Pilkada, Polisi Pastikan Tidak Pakai Peluru Tajam
·waktu baca 1 menit

Tindakan DPR merevisi UU Pilkada memicu gelombang unjuk rasa di mana-mana termasuk di pusat Jakarta. Masyarakat, mahasiswa, hingga aktivis, hingga buruh, turun ke jalan.
Sebanyak 3.286 personel polisi yang disiagakan. Polisi-polisi ini disebut akan humanis dan persuasif dalam mengawal demo.
"Kami mengedepankan bahwa pengamanan aksi tidak menggunakan peluru tajam, termasuk senjata tajam," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan di depan gedung DPR, Kamis (22/8).
"Artinya pola-pola humanis dan persuasif terus akan kami kembangkan dan jajaran perwira juga akan terus komunikasi intensif sejak awal kedatangan massa sampai nanti kegiatan berlangsung pada akhirnya," ujar Susatyo.
Paripurna RUU Pilkada
Demo ini bertepatan dengan rapat paripurna DPR untuk mengesahkan RUU Pilkada menjadi UU. DPR dan Pemerintah dinilai tidak mengindahkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam proses revisi UU tersebut.
