Jakarta Antisipasi Virus Corona dari Turis China

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pencanangan pembangunan integrasi antara TransJakarta dan MRT di Stasiun Asean, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pencanangan pembangunan integrasi antara TransJakarta dan MRT di Stasiun Asean, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan

World Health Organization (WHO) mengeluarkan imbauan terhadap penyebaran virus corona yang mewabah di Wuhan, China.

Virus ini telah menyebar ke beberapa negara seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, hingga AS.

Kementerian Kesehatan RI ikut buka suara atas penyebaran virus ini. Kementerian Kesehatan meminta seluruh unit kesehatan ikut mengantisipasi pencegahan masuknya virus pneumonia ini ke Indonesia.

Merespons hal itu, Pemprov DKI Jakarta tengah berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan untuk imbauan di wilayah Jakarta.

collection embed figure

Pasalnya, saat ini bertepatan dengan turis China yang berpotensi meningkat menjelang musim liburan Imlek pada 25 Januari 2020.

"Kita akan siapin dengan dinas dulu, baru kita siapin," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu (22/1).

Sejumlah peringatan sudah dikeluarkan oleh beberapa pihak. Salah satunya penyedia jasa transportasi online yang mengimbau agar pengemudinya lebih berhati-hati saat melakukan penjemputan di bandara.

Sebab, bandara menjadi pintu bagi para turis, khususnya dari China, yang berpotensi membawa virus ini. Coronavirus teridentifikasi masih satu jenis dengan MERS-CoV dan SARS-CoV.

Sisi selatan monas yang direvitalisasi. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Virus ini menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas. Gejala lebih parah bisa menimbulkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal hingga kematian.

Kementerian Kesehatan telah menyampaikan antisipasi masuknya virus ini di Indonesia antara lain dengan meningkatkan penjagaan di pintu masuk negara.

“Sampai sekarang kasusnya memang belum ada yang dilaporkan di Indonesia. Tapi, Kemenkes telah menyiapkan thermal scan di 135 pintu masuk negara, di bawah koordinasi 44 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di pintu masuk udara, laut, dan darat,” ujar Siti Nadia, Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes saat dihubungi kumparanSAINS, Senin (20/1).