Jakarta Diprediksi Diserbu 37 Ribu Pendatang Usai Lebaran 2023
·waktu baca 2 menit

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta memprediksi ada lonjakan warga pendatang usai Lebaran 2023. Jumlahnya diperkirakan meningkat 30 persen dibanding tahun lalu.
“Pendatang baru di Jakarta terprediksi akan meningkat 20 hingga 30 persen pada tahun 2023. Gelombang migrasi terbesar biasanya terjadi dengan memanfaatkan momentum pasca Lebaran," kata Kadisdukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin, dalam keterangan tertulis, Jumat (27/4).
Dikutip dari data yang dibagikan Disdukcapil DKI Jakarta pada 2022 ada 30.661 warga pendatang. Rinciannya 27.478 warga pendatang tetap dan 3.183 pendatang non permanen.
Sedangkan prediksi jumlah pendatang pada 2023 sebanyak 37.000. Rinciannya 33.000 pendatang baru tetap dan 4.000 pendatang non permanen.
"Kepadatan penduduk yang tidak terkontrol tentunya akan menjadi masalah baru bagi kota Jakarta,” ujar Budi.
Meski begitu budi memastikan Pemprov DKI tidak akan melakukan operasi yustisi untuk mengembalikan para pendatang ke daerah asalnya. Mereka akan tetap didata oleh Disdukcapil agar tertib administrasi.
“Saat ini belum berencana melakukan operasi yustisi kependudukan, namun akan memakai cara baru dalam menekan penyebaran penduduk di Jakarta melalui pendataan nomer induk kependudukan yang akan terpantau langsung oleh RT/RW dan dasawisma,” jelasnya.
Budi meminta agar para pendatang sudah menyiapkan pekerjaan di Jakarta agar tidak menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
“Maka oleh karena itu pikir-pikir secara matang apabila tidak memiliki pekerjaan pasti dan keahlian agar tidak menjadi PMKS di Kota Jakarta,” tuturnya.
