News
·
15 Juni 2021 9:31
·
waktu baca 2 menit

Jakarta Hampir Masuk Fase Genting, Corona Aktif Tambah 9.000 Dalam 2 Pekan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jakarta Hampir Masuk Fase Genting, Corona Aktif Tambah 9.000 Dalam 2 Pekan (319323)
searchPerbesar
Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
Kondisi pandemi corona di Jakarta tengah mengkhawatirkan akibat lonjakan kasus usai libur Lebaran. Kasus aktif corona di Jakarta naik signifikan sejak Lebaran.
ADVERTISEMENT
"Pada tanggal 31 Mei 2021 saja atau tepatnya saat perpanjangan PPKM Mikro sebelumnya, kasus aktif di Jakarta sudah menunjukkan angka 10.658 dengan positivity rate 7,6% dari hasil tes PCR," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti dikutip PPID, Selasa (15/6).
Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan hingga per 14 Juni 2021 kasus aktif di Jakarta mencapai angka 19.096 atau naik 9.000-an kasus.
--Widyastuti
Kenaikan ini memang didukung dengan kapasitas testing yang juga naik dai 4x standar WHO ke 8x standar WHO. Tapi, angka positivity rate di Jakarta juga mengalami kenaikan. Tren inilah yang mengkhawatirkan untuk Jakarta.
"Bahkan, beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 dengan kenaikan positivity rate yang juga signifikan di angka 17,9%," kata dia.
Jakarta Hampir Masuk Fase Genting, Corona Aktif Tambah 9.000 Dalam 2 Pekan (319324)
searchPerbesar
Mural tentang pandemi COVID-19 Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto
Sebelum libur Lebaran, kasus corona di Jakarta sempat melandai dengan kasus harian konsisten di bawah seribu kasus. Sementara kasus aktif bergerak di angka 6 ribu kasus.
ADVERTISEMENT
Namun kini semuanya naik signifikan dengan kasus harian melambung ke 2 ribu kasus sehari dan kasus aktif mencapai 17 ribu kasus.

PPKM Mikro Diperpanjang sampai 28 Juni

Melihat kondisi corona Jakarta yang belum terkendali, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021. Anies meminta warga kembali meningkatkan displin prokes, bila tak ingin kembali ke fase September 2020 dan Februari 2021.
"Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu," kata Anies.