Jakarta Motorpolitan

Jumlah kendaraan bermotor di Jakarta semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data terbaru yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, jumlah kendaraan di Jakarta pada tahun 2015 mencapai 17,4 juta unit.
Sepeda motor menjadi penyumbang terbesar sebanyak 13.9 juta unit. Artinya, jumlah sepeda motor mendominasi hampir 80% dari total kendaraan di Jakarta. Angka itu melebihi total jumlah penduduk Jakarta yang berjumlah 10,4 juta jiwa, menurut data BPS tahun 2017.
Sepeda motor menjadi kendaraan favorit mayoritas warga Jakarta dan sekitarnya. Harganya yang murah dan bisa menghemat waktu perjalanan menjadi alasan utama warga memilih sepeda motor sebagai alat transportasi.
Peningkatan jumlah sepeda motor dari tahun ke tahun dipengaruhi banyak faktor, daya beli masyarakat yang meningkat salah satunya. Selain itu, fasilitas transportasi publik yang belum terkoneksi dengan baik juga menjadi faktor penentu.
Jumlah kendaraan bermotor rata-rata mengalami peningkatan sebesar 5% selama 5 tahun, sementara panjang jalan hanya bertambah 0,1%. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat, khususnya sepeda motor, membuat Jakarta semakin macet.
Sepeda motor juga sering menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Moda transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau, serta terkoneksi dengan baik wajib menjadi prioritas yang harus segera terealisasi.
Pembangunan MRT dan LRT diharapkan mengurangi penggunaan sepeda motor di Jakarta. Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di dunia, Jakarta sudah sewajarnya melengkapi diri dengan fasilitas transportasi publik kelas satu. Jangan sampai julukan "kota metropolitan" dipelesetkan menjadi "kota motorpolitan".
