Jakarta Peringkat 47 Kota di Dunia Terbaik Tangani COVID-19, Anies-Riza Bangga

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melintas di depan tentang mural COVID-19 di Jakarta, Selasa (2/11/2021). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintas di depan tentang mural COVID-19 di Jakarta, Selasa (2/11/2021). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

DKI Jakarta tercatat masuk dalam 50 besar kota di dunia terbaik dalam penanganan pandemi COVID-19. Data ini dikeluarkan oleh Deep Knowledge Analytics (DKA) -- sebuah lembaga yang menjadi bagian konsorsium internasional non-profit dan komersial--, yang menempatkan Jakarta di peringkat ke-47 dari 50 besar kota di dunia yang dinilai terbaik menangani pandemi COVID-19, dengan total skor sebesar 51,43.

Dikutip dari Antara, Jumat (12/11), DKA mengumpulkan kajian yang dikumpulkan hingga September 2021, dalam sebuah analisis bertajuk COVID-19 City Safety Ranking pada kuartal II-2021.

"Fokus primer dari laporan adalah menganalisis respons regional terhadap pandemi pada tingkat kota," tulis kajian DKA.

Tolak ukur dalam menganalisis respons kota dalam penanganan pandemi COVID-19 terdiri dari vaksinasi, ekonomi, pencegahan, tata kelola pemerintahan dan keamanan.

Dalam pembuatan analisisnya, digunakan total 8.000 data dengan mengaplikasikan kerangka analisis yang disusun menggunakan 114 indikator, baik kualitatif dan kuantitatif, kemudian diklasifikasikan menjadi lima kategori yang diterapkan 72 kota di dunia. Dari jumlah tersebut, kemudian dikerucutkan menjadi 50 besar kota dengan skor tertinggi.

Sejumlah warga berolahraga di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (7/11/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto

Hasil kajian menunjukkan Jakarta memiliki nilai 11,05 pada indikator ketahanan ekonomi. Kemudian nilai untuk efisiensi pemerintah mencapai 10,61, manajemen kesehatan 9,17, efisiensi karantina mencapai 12,81 dan vaksinasi 7,78.

Peringkat pertama diduduki oleh Kota Abu Dhabi dengan total skor 73,16. Singapura berada di peringkat kedua dengan skor 71,69 dan menjadi satu-satunya negara ASEAN yang berada di lima besar.

Sedangkan Jakarta kalah dari Kuala Lumpur (Malaysia) peringkat 41 dan Manila (Filipina) di peringkat 45.

50 besar kota di dunia yang dinilai terbaik menangani pandemi COVID-19, Jakarta di peringkat 47. Foto: Deep Knowledge Analytics
50 besar kota di dunia yang dinilai terbaik menangani pandemi COVID-19, Jakarta di peringkat 47. Foto: Deep Knowledge Analytics

Respons Anies dan Riza Patria

Hasil analisis DKA ini juga telah sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies mengungkapkan wilayah yang dipimpinnya berhasil masuk 50 besar kota dunia dengan penanganan COVID-19 terbaik.

"Jakarta saat ini masuk 50 besar kota terbaik dalam penanganan COVID-19," kata Anies Baswedan saat saat membuka kegiatan Jakarta Investment Forum (JIF) di Jakarta, Kamis (11/11).

Infografik Kiat Aman WFO saat Pandemi. Foto: kumparan

Sementara itu, Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengaku bersyukur dan bangga atas hasil analisis tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan kerja sama dari semua pihak dan tidak hanya Pemprov DKI.

"Kami bersyukur dan bangga Jakarta masuk 47 ranking dunia kota-kota yang dianggap sukses menangani COVID-19. Tentu ini berkat kerja sama yang baik, bukan hanya Pemprov DKI Jakarta, dari TNI, Polri, ormas, perguruan tinggi, tokoh-tokoh mulai dari tokoh pemuda agama, semua terlibat dalam penanganan COVID-19," jelas Riza.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Riza Patria terima bantuan untuk penanganan corona dari grup heaven di Balai Kota Foto: Istimewa

"Kami bersyukur ini adalah wujud nyata Jakarta sebagai kota kolaborasi berhasil bisa mengurangi COVID-19 dengan baik," lanjut dia.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak kendor dan lupa menjalankan protokol kesehatan. Apalagi, saat ini semua pihak tengah waspada agar tidak sampai terjadi gelombang ketiga COVID-19.

"Tetap waspada apalagi kita sedang menghadapi akhir dan awal tahun yang berpotensi adanya peningkatan seiring dengan semakin besarnya pelonggaran," tutur Riza.

"Jadi sekali lagi tempat terbaik adalah di rumah dan laksanakan kesehatan secara disiplin, dan bertanggung jawab serta pastikan kita warga Jakarta dan sekitarnya mendapatkan vaksinasi," tutup dia.