Jakarta Siaga Banjir, Anies Ungkap 3 Kunci untuk Mengantisipasinya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberi apresiasi kepada peserta STQ Nasional DKI Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (4/11). Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberi apresiasi kepada peserta STQ Nasional DKI Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (4/11). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan hari ini menghadiri apel kesiapsiagaan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menghadapi bencana La Nina di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (14/11). Jakarta siaga banjir.

Dalam sambutannya, Anies menyampaikan bahwa lokasi Jakarta sebelah utara terdapat lautan, dan di sebelah selatan adalah pegunungan.

Terkait hal itu, Anies mengungkapkan bahwa 3 front dalam menghadapi hujan ekstrem di kawasan ini dan harus diantisipasi secara serius.

“Front pertama, kita sekarang berada di pesisir front pertama adalah pesisir pantai ketika permukaan air laut meningkat maka ada kawasan-kawasan di Jakarta yang berpotensi mengalami rob, ini front pertama yang harus diantisipasi,” ujar Anies dalam sambutannya, Minggu (14/11).

“Front kedua ketika hujan ektrem terjadi di kota Jakarta maka sistem drainase yang kita miliki punya ambang batas,” tambahnya.

Anies mengatakan bahwa sistem drainase yang telah dibuat oleh Pemprov DKI saat ini sudah dapat menampung sekitar 100 mm hujan per harinya.

“Sistem drainase di desain untuk bisa menampung untuk kawasan-kawasan strategis sampai dengan 100 mm hujan per hari. Di kawasan perumahan, perkampungan, kompleks biasanya 50 mm per hari. Artinya, bila dalam satu hari hujan terjadi di atas 100 mm maka akan terjadi genangan karena kapasitas daya tampungnya satu hari 100 mm per hari,” ungkapnya.

“Awal tahun ini kita mengalami 270 mm tahun 2020 bulan Januari 377 mm. Jadi, kita pernah mengalami lebih dari dua kali kapasitas, bahkan pernah hampir 4 kali kapasitas,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa ketika terjadi hujan ekstrem di wilayah pegunungan maka air tersebut akan mengalir ke kawasan pesisir Jakarta.

“Front ketiga, ketika hujan lebat, hujan ekstrem terjadi di pegunungan maka air dari pegunungan akan mengalir ke kawasan pesisir dan Jakarta ini satu satunya kota di pulau Jawa yang dilewati 13 sungai dari pegunungan,” jelasnya.

Selain itu, Anies mengatakan nantinya Jakarta akan menghadapi 3 front ini bila volume air yang masuk ke Jakarta melampaui kapasitas sungai yang ada di Ibu Kota.

Untuk itu, Anies berharap kepada seluruh jajaran dan warga Jakarta untuk bersiap siaga dalam menghadapi bencana yang kemungkinan akan terjadi di Jakarta.

“Karena itu saya minta kepada semuanya review atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, siapkan itu. Sekarang fase siaga itu fase mengindentifikasi semua langkah yang harus dilakukan, inilah fase siaga sesungguhnya,” pungkasnya.