Jakarta Sudah Herd Immunity? Sabar Dulu
ยทwaktu baca 3 menit

Herd immunity adalah tujuan di masa pandemi. Pada saat itu kekebalan komunal tercipta, kemudian angka penularan menurun.
Ini juga yang dikejar pemerintah saat memulai vaksinasi corona. Bekerja keras agar 70 persen populasi demi herd immunity.
Daerah pun demikian. Meski vaksinasi belum benar-benar merata. Ada yang cepat, ada yang lambat.
Jakarta menjadi yang tercepat sejauh ini. Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, saat ini vaksinasi dosis pertama bagi warga ber-KTP Jakarta mencapai 5.518.983 orang, sedangkan dosis kedua mencapai 2.945.191 orang.
Jumlah penduduk DKI Jakarta sebanyak 11.196.633 orang dan target vaksinasi 8.941.211 dosis. Berarti 61,7 persen orang yang telah divaksin dan masih ada 38,3 persen warga Jakarta yang belum divaksin.
"Kita bersyukur Jakarta sudah masuk zona hijau dan sudah memenuhi herd immunity," kata Wagub DKI Ahmad Riza Patria kepada wartawan di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (22/8).
Masyarakat Jakarta sudah boleh bersorak? Sabar dulu.
Syarat utama herd immunity, 70-80 persen punya kekebalan terhadap corona, bagaimana data lengkap di Jakarta?
Target herd immunity adalah 70 persen masyarakat telah memiliki kekebalan. Baik melalui vaksin maupun infeksi alamiah.
Ingat, syarat memiliki kekebalan sempurna berarti harus divaksin lengkap atau dua dosis. Dari data yang dijelaskan sebelumnya, artinya masih butuh 32-42 persen lagi warga yang divaksin.
Lho, kan juga ada banyak warga yang kena?
Yuk cek datanya. Masih dari corona.jakarta.go.id, tercatat hingga Minggu (22/8), ada 845.931 kasus positif di Jakarta. Artinya kalau ditambah 2.945.191 orang yang menerima vaksinasi lengkap, ada 3.791.122 orang punya kekebalan.
Kalau mau herd immunity, minimal 70 persen atau 7.837.432 populasi Jakarta harus punya kekebalan. Artinya lagi, dengan data di atas baru 48,37 persen warga Jakarta yang punya kekebalan.
Syaratnya hanya itu?
Jubir Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, herd immunity bisa terbukti kalau angka reproduction number (Rt) di bawah 1.
"Saat ini, Jakarta sudah 1, tapi angkanya dinamis," kata Nadia kepada kumparan, Senin (23/8).
Rt sangat tergantung angka kasus dan jumlah testing. Dari keduanya memang Jakarta dalam tren baik, kasus menurun dan tes tak anjlok.
Silakan cek data di bawah ini:
Sudah baik? Betul.
Tapi dengan penurunan di Jakarta apa Ibu Kota benar-benar aman?
Di sisi lain, Nadia mengatakan penurunan di Jakarta harus diikuti daerah lainnya. Paling mudah diukur adalah kasus di Bodetabek juga harus turun.
"Kalau masih banyak daerah belum vaksin dan mobilitas masih ada ya risiko tetap ada," kata Nadia.
Senada dengan Nadia, Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio mengimbau masyarakat Jakarta jangan terlalu cepat euforia.
Penurunan kasus corona belakangan harus terus dijaga. Jangan kendur dulu sampai penularan benar-benar rendah bahkan hilang.
"Coba kita lihat ada beberapa negara yang kendur, bahkan lepas prokes. Tapi beberapa minggu kemudian naik lagi. Harus sabar," ungkap Amin saat dihubungi terpisah.
Jadi, intinya kita semua masih harus bersabar dan mentaati prokes. Jaga jarak, pakai masker, dan rajin cuci tangan.
Selain itu, bagi warga Jakarta yang belum vaksin, hal ini penting untuk mendorong herd immunity semakin sempurna.
