News
·
9 September 2020 15:05

Jakob Oetama Wafat, Karyawan Kompas Gramedia Diminta Melayat secara Virtual

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jakob Oetama Wafat, Karyawan Kompas Gramedia Diminta Melayat secara Virtual (218397)
Jakob Oetama. Foto: Arsip Kompas
Jakob Oetama mengembuskan napas terakhir di RS Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (9/9). Pendiri Kompas Gramedia itu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kamis (10/9).
ADVERTISEMENT
Untuk menerapkan protokol di tengah pandemi corona, karyawan Kompas diminta untuk melayat Jakob Oetama secara virtual. Prosesi persemayaman dan pemakaman akan disiarkan secara langsung.
"Terkait penerapan protokol kesehatan selama situasi pandemi, karyawan maupun purnakaryawan yang hendak menyampaikan penghormatan terakhir kepada Bapak Jakob Oetama dapat mengikuti prosesi persemayaman dan pemakaman secara daring melalui tautan www.kompas.tv/live," tulis keterangan resmi Kompas Gramedia.
Jakob Oetama Wafat, Karyawan Kompas Gramedia Diminta Melayat secara Virtual (218398)
Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Foto: Garry Andrew L/kompas
"Cinta dan perhatian kita tetap tersampaikan kepada Almarhum meskipun tidak hadir secara langsung. Terima kasih untuk tidak mengunggah foto maupun video rangkaian acara ini di media sosial," sambung Kompas Gramedia.
Jakob Oetama merupakan salah satu tokoh pers nasional. Bersama PK Ojong, ia membangun Harian Kompas hingga melebarkan sayap menjadi Kompas Gramedia Group. Jauh sebelum mendirikan Kompas, Jakob lebih dulu memimpin Majalah Intisari.
Jakob Oetama Wafat, Karyawan Kompas Gramedia Diminta Melayat secara Virtual (218399)
Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Foto: Garry Andrew L/kompas
Saat mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Jakob menulis skripsi bertema 'Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin'. Karyanya terus berlanjut dan dipublikasikan, di antaranya 'Dunia Usaha dan Etika Bisnis' (Penerbit Buku Kompas, 2001), 'Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan' (Penerbit Buku Kompas, 2002), hingga 'Bersyukur dan Menggugat Diri' (Penerbit Buku Kompas, 2009).
ADVERTISEMENT
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***