Jakpro Tolak Usulan Moratorium Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja berjalan di dekat ekskavator yang melakukan pembongkaran gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (6/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja berjalan di dekat ekskavator yang melakukan pembongkaran gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (6/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Para seniman di Taman Ismail Marzuki (TIM) terus melakukan penolakan terhadap proyek revitalisasi TIM. Terakhir, seniman ini mendatangi DPR RI dan mendesak moratorium atas revitalisasi.

Desakan moratorium revitalisasi mencuat. DPR dan DPRD DKI pun bertemu untuk membicarakan soal polemik ini berikut opsi moratorium.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menilai moratorium revitalisasi Taman Ismail Marzuki bukan opsi yang tepat. Sebab, jika itu dilakukan, akan menghambat keberlangsungan kegiatan seniman di TIM.

“Coba kita bayangkan jika memang proyek TIM ini dimoratorium, kan dengan sebagian yang kita memang sudah kerjakan gitu. Apakah kegiatan berkesenian para seniman ini tidak akan menjadi terhambat ke depannya?” ungkap Project Director Revitalisasi TIM, Luky Ismayanti, saat sesi dialog media di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (19/2),

Direktur Operasi Revitalisasi TIM Muhammad Taufiqurrachman (kiri) dan Project Director Revitalisasi TIM Luky Ismayanti. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Jakpro mengatakan, saat ini banyak barang bernilai seni tinggi yang tengah diselamatkan selama masa revitalisasi berlansung. Saat ini, kondisi lukisan itu justru ditumpuk begitu saja dan tidak terawat. Karena itu, revitalisasi ini sangat penting untuk juga untuk merawat itu semua.

"Memang kondisi tim sekarang bahwa kalau Anda lihat di sana di perpustakaan, banyak lukisan puluhan bahkan ratusan juta itu ditumpuk begitu saja. Kemudian bangunannya tidak kondusif lagi," tutur dia.

"Nah jika dimoratorium, ya sudah artinya kita merelakan lukisan-lukisan yang mahal mahal karya seniman kita menjadi tidak terawat. Makanya kemudian kita memerlukan adanya revitalisasi ini, kita berikan tempat yang aman, menarik, itu supaya bisa dinikmati," tambah dia.

Jakpro menilai, kebutuhan para seniman akan TIM sangat besar. Maka itu, menghentikan revitalisasi berarti membiarkan fasilitas dan bangunan di TIM terbengkalai sebab sudah terlanjur dibongkar.

“Mungkin ini yang bisa jadi pertimbangan sih kalau menurut kami,” ucap Luky.

Jakpro mengaku akan menjalankan revitalisasi sesuai tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Operasi Revitalisasi TIM, Muhammad Taufiqurrachman, mengatakan pihaknya siap menemui DPR jika memang dipanggil untuk menjelaskan seputar revitalisasi saat ini.

Ekskavator melakukan pembongkaran Galeri Cipta 1 Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (6/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Jadi kita hormati apa pun yang disampaikan oleh DPR. Kita akan mengikuti jika pemanggilan dari DPR,” ucap Taufiq.

Saat ini, proses revitalisasi TIM sudah mencapai 15 persen. Jakpro menargetkan, proyek ini akan tuntas sepenuhnya di tahun 2021.

Sementara proyek yang saat ini sudah dan sedang berjalan di antaranya pembangunan lokasi parkir, pembongkaran gedung Graha Bhakti Budaya.

Bersamaan, protes seniman terus mencuat. Seniman menolak revitalisasi karena proyek ini dinilai akan berujung komersialisasi TIM.