Jalan di Tengah Gedung Tinggi Kuningan: Kerap Rusak meski Sudah Ditambal

Di tengah kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, yang dipenuhi gedung perkantoran tinggi, kondisi berbeda terlihat di Jalan Kuningan Mulia. Permukaan jalan di sejumlah titik tampak rusak, berlubang, dan tidak rata.
Berdasarkan pantauan kumparan, lubang-lubang menganga terlihat di badan jalan. Aspal di beberapa bagian juga tampak mengelupas dan menyisakan kerikil. Kondisi tersebut terlihat di tengah lalu lintas kendaraan yang melintas di kawasan itu.
Kerusakan jalan disebut sudah cukup lama menjadi pemandangan bagi warga dan pedagang yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka mengatakan jalan tersebut beberapa kali diperbaiki dan ditambal, tetapi kembali rusak.
Salah satunya Jay, tukang parkir yang telah bekerja di kawasan tersebut selama sekitar 16 tahun. Ia mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar tiga tahun.
Menurut Jay, kondisi jalan sebelumnya sempat mulus. Namun, setelah beberapa kali diperbaiki, kerusakan kembali muncul.
“Sebelumnya sih emang jalan mulus banget. Sempat emang diperbaiki terus, diperbaiki terus, namun rusak lagi-rusak lagi,” kata Jay saat ditemui kumparan, Jumat (25/9).
Jay mengaku heran dengan kondisi jalan tersebut. Menurut dia, Jalan Kuningan Mulia berada di kawasan yang ramai dilalui pejabat dan pekerja dari berbagai perkantoran di sekitarnya.
“Makanya kan, apalagi, maaf, ini di tengah-tengah kota ada jalan seperti ini. Makanya saya yang bingung. Sedangkan ini jalur, jalur pejabat, menteri, masa mereka tidak peduli dengan jalur ini gitu. Itu yang saya bingung,” bebernya.
Dia menilai jalan berlubang dapat membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor. Menurut Jay, pengendara terkadang harus menghindari lubang atau mengerem mendadak.
“Pernah ada yang patah kaki juga, itu warga, tengah malam itu karena di sini emang gelap,” tuturnya.
Selain lubang, debu juga menjadi persoalan yang dirasakan sehari-hari. Menurut Jay, permukaan jalan yang rusak membuat debu beterbangan ketika kendaraan melintas.
“Saya sering jaga di sini sering nyiramin, kadang ada yang berterima kasih ke saya karena debu,” katanya.
Jay memperkirakan ruas jalan yang minim penerangan tersebut membentang sekitar dua kilometer, dari kawasan Epicentrum hingga perempatan Imperium.
Keluhan serupa disampaikan Tanto, pedagang kopi yang telah berjualan di sekitar lokasi selama sekitar 15 tahun.
Tanto mengatakan kerusakan jalan sebenarnya sudah berlangsung lama. Menurut dia, kondisi tersebut beberapa kali ditangani dengan penambalan.
“Kalau masalah kerusakan jalan itu sebenarnya sudah lama. Cuma itu tambal udah biasa,” kata Tanto.
Namun, berdasarkan pengamatan Tanto, kondisi jalan semakin parah sejak adanya proyek di sekitar lokasi. Ia menyebut alat berat yang kerap melintas menjadi salah satu faktor yang membuat kerusakan bertambah.
“Ini karena sekarang berhubung ada proyek, jadi kerusakan jalan itu tambah parah, karena alat berat sering lewat,” terangnya.
Kendati sering ditambal, jalan kembali rusak, terlebih saat musim hujan.
“Namanya tambalan gitu kan nggak kayak yang awal, jadi begitu ditambal selang berapa minggu udah rusak lagi. Apalagi kalau musim hujan kan cepat pada berlubang lagi,” jelas Tanto.
Menurut Tanto, saat hujan sejumlah lubang berubah menjadi genangan. Air yang mengisi lubang tersebut membuat permukaan jalan semakin rusak karena terus dilintasi kendaraan.
“Paling kobangan-kobangan, yang tadinya kecil sekarang bisa jadi lebar. Karena dia ada airnya, terus kelindes roda-roda mobil,” lanjutnya.
Tanto mengatakan berbagai jenis kendaraan kerap melintas di Jalan Kuningan Mulia, termasuk Transjakarta. Kepadatan kendaraan juga meningkat pada jam sibuk karena ruas jalan tersebut menjadi salah satu jalur alternatif bagi pengendara.
Karena itu, Tanto berharap proyek di sekitar lokasi segera selesai sehingga jalan dapat kembali diperbaiki.
“Semoga proyek ini cepat selesai, dan jalan ini cepat dibetulin supaya bagus. Kita juga bisa nyaman buat kita dagang di sini, buat jalan di sini,” pungkasnya.
Jalan Belum Masuk Inventaris
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan mengenai status Jalan Kuningan Mulia.
Dinas Bina Marga menyebut aset tanah dan fisik Jalan Kuningan Mulia hingga saat ini belum tercatat dalam daftar inventaris mereka.
“Berdasarkan data Dinas Bina Marga, aset tanah dan fisik Jalan Kuningan Mulia sampai saat ini belum tercatat di dalam daftar inventaris Dinas Bina Marga,” ujar Kapusdatin Bina Marga, Dinar Wenny, saat dihubungi kumparan, Jumat (25/9).
Dinar menerangkan, penanganan dan pemeliharaan Jalan Kuningan Mulia masih menjadi tanggung jawab pihak yang bertanggung jawab atas aset tersebut.
“Untuk itu, penanganan dan pemeliharaan jalan tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak yang bertanggung jawab atas aset dimaksud,” katanya.
Dinas Bina Marga menegaskan pihaknya tetap berkomitmen melakukan pembangunan dan pemeliharaan jalan pada aset-aset yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
