Jalan Flyover Pancoran Sudah Ditambal tapi Masih Berlubang, Bikin Warga Cemas
ยทwaktu baca 2 menit

Jalan Gatot Subroto khususnya di flyover Pancoran, jadi salah satu jalan utama yang nyaris tak pernah sepi dari kendaraan. Sayangnya, kondisinya tak begitu baik.
Flyover Pancoran dari arah Kuningan menuju Cawang tak mulus. Ada lubang di berbagai tempat. Kontur jalan juga bergelombang.
Jalan di flyover Pancoran terdiri atas 2 lajur. Lajur kiri sepenuhnya aspal, sedangkan lajur kanan kombinasi aspal dan beton. Lajur kanan memang biasanya dilalui bus Transjakarta. Ada halte Pancoran Tugu untuk menaik-turunkan penumpang.
Sejumlah laporan sudah masuk ke Pemprov DKI Jakarta terkait kondisi ini. Sejumlah perbaikan juga sudah dilakukan, tapi hasilnya tak begitu memuaskan.
Jalan masih bergelombang, penambalan tak maksimal. Bahkan, yang baru ditambah kemudian amblas beberapa centimeter.
Tanda silang cat semprot sebagai tanda jalan yang akan ditambal juga masih terlihat. Beberapa senti dari tanda itu, jalan masih bergelombang.
Seorang pedagang kopi keliling, Andi (38) mengatakan, kondisi jalan flyover Pancoran yang penuh lubang sudah berlangsung lama. Bahkan, dia harus menurunkan drastis kecepatan sepeda motornya karena khawatir jatuh akibat krikil dan serpihan aspal yang bertebaran.
"Dulu sempat parah, banyak yang lubang dan kalau bawa motor, harus hati-hati banget. Apalagi saya bawa air di termos, jadi kalau kena jalan enggak rata tuh bisa tumpah," kata Andi.
"Udah lumayan, udah ditambal di beberapa bagian. Tapi belum semua sih. Masih ada yang gelombang, sama ada juga lubang-lubang kecil yang belum ditutup," tambah dia.
Andi setiap hari berjualan di sekitaran kawasan Pancoran. Dia tahu betul bagaimana kondisi jalan yang bikin cemas ini.
"Pernah air tumpah sih yang tadi itu. Atau harus pelan-pelan karena kalau ngebut takut kepleset saya," tutur dia.
Dia berharap, perbaikan lebih serius dilakukan di flyover Pancoran. Sebab, jalan ini salah satu jalan utama yang selalu ramai dilalui warga.
"Kalau bisa sih diperbaiki sekalian semuanya. Jangan cuma tambal bagian yang parah. Soalnya jalan itu kan ramai, bukan cuma buat mobil, tapi banyak juga yang bawa motor. Kalau jalannya rata, kan juga jadi lebih enak kan," ucap dia.
