Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Imbas Demo Ojol di Kawasan Monas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa pengemudi Ojol mulai berdatangan saat menggelar unjuk rasa di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/7). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa pengemudi Ojol mulai berdatangan saat menggelar unjuk rasa di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/7). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Aksi demo pengemudi ojek online (ojol) digelar di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (21/7). Massa ditempatkan di Jalan Medan Merdeka Selatan arah Stasiun Gambir.

Imbas demo tersebut, polisi menutup sementara Jalan Medan Merdeka Selatan arah Stasiun Gambir, sedangkan arah sebaliknya di tutup mulai dari pertigaan Jalan Agus Salim.

Pantauan kumparan, massa datang mengendarai sepeda motor. Mereka mengenakan jaket khas ojol mereka.

Massa pengemudi Ojol mulai berdatangan saat menggelar unjuk rasa di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/7). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Beberapa ada yang membawa bendera Garda (Gabungan Roda Dua). Ada juga yang menyalakan flare, dan bom asap.

Sebuah mobil komando juga turut mengikuti massa. Di badan mobil terdapat spanduk yang berisi tuntutan demo.

Petugas mulai membelokir jalan menjelang unjuk rasa pengemudi Ojol di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/7). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Adapun tuntutan mereka yakni:

  1. Hapus sistem “perbudakan” slot dan ACEN,

  2. Maksimal potongan komisi hanya 10 persen,

  3. Hapus sistem driver prioritas,

  4. Segera susun UU Transportasi Online,

  5. Segera revisi aturan transportasi daring.

Aksi ini diinisiasi oleh komunitas pengemudi ojol yang tergabung dalam berbagai aliansi, salah satunya GARDA Indonesia. Mereka mendesak pemerintah dan perusahaan aplikasi untuk segera merespons keluhan para mitra.