Jalan Menuju Perdamaian Viking dan Jakmania

Tak dipungkiri atmosfer panas seringkali terjadi tatkala diselenggarakan pertandingan sepak bola antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Tak hanya di dalam, suasana panas itu juga terjadi di luar lapangan.
Suporter dari kedua tim, Viking dan Jakmania, kerap terlibat perseteruan. Bahkan, dari beberapa kejadian ada nyawa yang harus melayang.
Kini, kedua pihak suporter ini melakukan upaya damai. Jalan menuju damai mereka ciptakan bersama-sama. Pertemuan antara perwakilan Viking dan Jakmania telah diadakan. Kemarin, Senin (1/8), mereka bertemu di kantor Kemenpora, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, menyambut baik langkah perdamaian ini meski diakui tak mudah. Namun, dia mengaku akan berusaha merangkul anggota Jakmania yang jumlahnya kelewat banyak ini.
"Saya menghormati yang mau damai, saya juga menghormati mereka mau damai. Karena semua punya alasan. Tidak mungkin kalau luka tiba-tiba langsung sembuh. Pasti masih ada luka yang membuat mereka (tak ingin damai). Dan kita bicara generasi muda," kata Ferry di kantor Kemenpora, Selasa (1/8).
Komitmen perdamaian ini akhir pekan lalu sebenarnya telah ditunjukkan oleh Ferry. Peringatan keras diberikan Ferry kepada oknum Jakmania yang menghina Viking ketika pertandingan Persija menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Patriot Bekasi.

Sementara, Ketua Umum Viking Herru Djoko mengungkapkan upaya perdamaian ini bukan suatu hal yang dibuat-buat. Hal ini dibuktikan dengan adanya pergerakan di lapisan suporter bawah atau akar rumput, baik Viking maupun Jakmania di pelbagai daerah, yang sudah menyerukan kata damai.
"Di mana-mana sudah ada aksi damai. Saya pantau terus dan semua progresnya bagus sekali. Ini semua menyangkut untuk orang banyak, ini semua positif. Semua tidak dibuat-buat, semua mengalir saja," ujar Herru di kantor Kemenpora, Selasa (1/8).

Benar saja, pada Jumat 28 Juli Stadion Patriot Bekasi menjadi saksi bisu kekompakan Viking dan Jakmania. Mereka berbaur menjadi satu menyalakan 1.000 lilin perdamaian. Viking dan Jakmania kala itu bersama-sama mendoakan Ricko Andrean, seorang Bobotoh korban salah sasaran yang tewas saat gelaran pertandingan Persib vs Persija pada bulan Juli.
Sekitar 6 bulan sebelumnya, 4 Februari, perwakilan viking dan Jakmania sempat bertemu di Polda Metro Jaya. Mereka menandatangani deklarasi damai.
Saat ini komitmen perdamaian itu tampaknya kembali ingin ditanamkan dalam diri Viking dan Jakmania. Besok, Kamis (3/8), Viking dan Jakmania akan kembali bertemu di acara Islah Suporter Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI.
