Jalan Putus, Jembatan Belum Jadi: Warga Maluku Gelantungan Seberangi Sungai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melintasi sungai berarus deras menggunakan tali. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintasi sungai berarus deras menggunakan tali. Dok: Ist.

Warga lima desa di Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, kini tidak bisa melintas dengan aman dan nyaman. Lima desa tersebut adalah Desa Sumit Pasinaru, Ahiolo, Huku Kecil, Abio, dan Watui.

Jalan penghubung di wilayah tersebut terputus setelah dihantam derasnya air sungai akibat hujan deras sepekan terakhir. Warga terpaksa menyeberangi sungai dengan cara ekstrem, yaitu bergelantungan di tali untuk mencapai seberang sungai.

"Kami terpaksa melakukan ini karena jalan sudah tidak bisa dilintasi," kata Edi Lalu, salah satu warga Desa Abio, Senin (08/07/2024).

Menurutnya, hujan yang mengguyur hampir sepekan terakhir membuat air sungai meluap dan berarus deras. Kondisi ini membuat warga yang biasa melintas menggunakan rakit kini tidak bisa lagi. Satu-satunya cara adalah dengan bergelantungan di tali yang dibuat oleh warga setempat.

Warga melintasi sungai berarus deras menggunakan tali. Dok: Ist.

Jalan Raya Putus

Ia menambahkan, bahwa tidak hanya sungai yang sulit dilintasi, jalan raya menuju lima desa juga putus. Padahal proyek jalan baru selesai dikerjakan tahun lalu. "Terdapat longsor, pohon tumbang, dan bebatuan yang berserakan di tengah jalan raya, sehingga jalan juga sulit dilintasi," ungkapnya.

Warga berharap pemerintah SBB segera turun tangan untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut. Jalan ini merupakan akses utama warga untuk mencari kebutuhan pokok, berobat ke kota kabupaten, hingga akses pendidikan.

"Nyawa kami jadi taruhan saat musim penghujan seperti ini. Untuk pergi ke kota, kami harus bergelantungan di tali untuk menyeberangi sungai. Tolong lihat derita yang kami hadapi," pintanya.

Jalan di Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, yang terputus. Dok: Ist.

Hal serupa juga diungkapkan Jemmy Latekay, warga Desa Abio. Ia merasa heran karena pekerjaan jalan ini baru selesai tahun lalu, namun sudah rusak setelah dilanda hujan deras.

"Jalan sudah putus. Kami warga lima desa di pedalaman Seram ini sangat membutuhkan akses yang aman dan nyaman seperti warga lainnya di SBB," pintanya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, upaya perbaikan belum dilakukan dan akses warga masih lumpuh. Warga kini membutuhkan pasokan logistik karena kesulitan akses keluar masuk.