‘Jalan Seribu Lubang’ Jadi Mulus, Warga Sumbar Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau progres pembangunan jalan di jalur Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau progres pembangunan jalan di jalur Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade kembali meninjau progres pembangunan ruas jalan yang dikenal masyarakat sebagai “Jalan Seribu Lubang” di jalur Payakumbuh-Lima Puluh Kota-Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (9/5).

Dalam peninjauan itu, ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto tampak berjejer di sepanjang jalan yang kini tengah dibangun dan diperbaiki.

Andre datang bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat Elsa Putra Friandi, anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Hendri, Anjasmara, Ubetra dan Zukhimi, serta Wali Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Zanhar.

Sepanjang jalur yang sedang dikerjakan, spanduk dan baliho ucapan terima kasih dari masyarakat terlihat di kiri dan kanan jalan. Warga menilai pembangunan jalan sepanjang sekitar 8,4 kilometer itu menjadi jawaban atas penderitaan mereka yang selama lebih dari 10 tahun harus melintasi jalan rusak parah penuh lubang.

Di depan Kantor Wali Nagari Tanjung Gadang, Andre menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah pusat melalui anggaran APBN yang dikucurkan Presiden Prabowo lewat program Inpres Jalan Daerah.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau progres pembangunan jalan di jalur Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

“Ini jalan seribu lubang, kita turun tangan. Pemerintah pusat hadir. Presiden meluncurkan APBN melalui Inpres Jalan Daerah sebesar Rp 70 miliar. Meski jalan ini adalah jalan Provinsi yang merupakan tanggung jawab Gubernur Sumbar. Saya berharap jalan ini dijaga bersama,” kata Andre Rosiade yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre Rosiade mengingatkan agar jalan yang sudah diperbaiki itu tidak kembali rusak akibat kendaraan tambang yang melebihi tonase. Andre meminta pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi bersikap tegas dalam pengawasan aktivitas tambang galian C di kawasan tersebut.

“Silakan tambang berjalan, kita tidak menghalangi. Tapi jangan sampai tambang ini merusak jalan. Tonase harus dijaga. Mencari uang Rp 70 miliar itu susah,” tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.

Andre juga meminta Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota bersama pemerintah nagari segera berkoordinasi dengan bupati dan Pemerintah Provinsi Sumbar agar pengawasan kendaraan tambang dilakukan secara serius.

“Sekarang sudah dibangun, masa kita biarkan baru beberapa bulan atau setahun sudah hancur lagi? Jalan ini harus dijaga bersama,” ujarnya.

Andre kembali menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumbar. Namun karena bertahun-tahun tidak diperbaiki, pemerintah pusat akhirnya turun tangan melalui intervensi APBN.

“Ini jalan provinsi, kewenangannya ada di Pemprov Sumbar. Karena lebih dari 10 tahun tidak diperbaiki, masyarakat mengenalnya sebagai Jalan Seribu Lubang. Kami melaporkan kondisi ini dan Alhamdulillah Pak Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian PU menyiapkan anggaran sekitar Rp 70 miliar lebih,” katanya.

Andre memastikan setelah proyek ini selesai, perjuangannya belum berhenti. Ia menyebut pembangunan jalan akan dilanjutkan hingga arah Batusangkar melalui program Inpres Jalan Daerah berikutnya.

“Sesuai komitmen kami, setelah ini selesai kita lanjut ke arah Batusangkar. Kita berharap Inpres Jalan Daerah 2026 dibuka kembali, atau paling lambat tahun 2027 pembangunan dilanjutkan sampai Batusangkar,” tutup Andre.

Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyebutkan, pembangunan jalan tersebut ditargetkan selesai pada 2 Juli 2026 sesuai masa akhir kontrak pekerjaan.

“Insyaallah 2 Juli 2026 selesai seluruhnya dan mulus. Tinggal kita jaga bersama-sama,” kata Andi, panggilan akrabnya.

Andi menjelaskan, dari total panjang jalan sekitar 8,4 kilometer, sepanjang 5,5 kilometer dibangun dengan konstruksi beton dan sisanya sekitar 3 kilometer menggunakan aspal.

“Insyaallah pengerjaan terus berjalan dan sesuai kontrak akan diselesaikan dalam tahun ini. Kami mohon dukungan semua pihak, agar bisa terus dilanjutkan sampai Batusangkar,” katanya.

Wali Nagari Tanjung Gadang Zanhar mewakili masyarakat, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Andre Rosiade atas realisasi pembangunan jalan yang telah lama dinantikan warga.

“Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bang Andre. Warga kami sudah lebih dari 10 tahun menunggu perbaikan jalan ini. Walaupun belum selesai 100 persen, manfaatnya sudah sangat dirasakan masyarakat,” katanya.