Jam Karet Putin dan Pemimpin Dunia yang Kecele

Ada satu hal lainnya yang terkenal dari Presiden Rusia Vladimir Putin selain pengaruhnya yang besar di dunia, yaitu jam karet. Ada sederet nama pemimpin dunia yang pernah kecele jika membuat janji dengan Putin yang sering terlambat.
Tidak tanggung-tanggung, beberapa pemimpin pernah menunggu Putin selama empat jam lamanya. Putin memang akhirnya datang pada pertemuan itu, tapi akibatnya jadwal molor jauh. Barangkali Putin penganut istilah lawas: lebih baik telat daripada tidak datang.
Lembaga statistik, Statista, bekerja sama dengan media Inggris The Independent pada Rabu (4/1) merilis nama-nama pemimpin negara yang pernah jadi korban jam karet Putin. Sedikitnya ada 16 pemimpin yang "dikerjai" Putin antara tahun 2013 hingga 2016.
Berdasarkan urutan yang disusun Statista, Kanselir Jerman Angela Merkel adalah yang paling lama harus menanti Putin. Merkel dalam pertemuan di Serbia pada tahun 2014 harus rela menunggu Putin yang telat datang hingga 4 jam 15 menit.
Urutan kedua adalah Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang dibuat menunggu oleh Putin selama 4 jam lamanya pada 2012. Putin saat itu memang penting bagi Ukraina yang tengah perang saudara, menunggu barang beberapa jam dijabani juga oleh Yanukovych.
Pemimpin dunia yang dibuat menunggu selama 3 jam lainnya adalah Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko, Presiden Belarus Alyaksandr Lukashenka, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Menunggu Putin selama 1-2 jam pernah dijabani oleh Presiden Israel Shimon Peres, Presiden Mongolia Tsakhia Elbegdorj, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Deretan nama besar lainnya yang pernah dibuat kecele karena menunggu Putin selama kurang dari 1 jam adalah Paus Fransiskus, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, dan Ratu Elizabeth.
Untuk Obama, Putin datang terlambat selama 40 menit membuat penerbangan pesawat Presiden AS ditunda pada tahun 2012.

Jokowi pun Jadi "Korban"
Presiden Indonesia Joko Widodo pernah merasakan dampak dari sifat ngaret Putin, walau secara tidak langsung. Saat itu di KTT G20 Antalya, Turki, tahun 2014, pertemuan bilateral antara Jokowi dan Presiden China Xi Jinping dibatalkan.
Alasannya, Xi tidak bisa bertemu Jokowi karena harus menghadiri pertemuan negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) yang jadwalnya terpaksa molor lantaran Putin terlambat datang. Padahal saat itu pertemuan antara Jokowi dan Xi sangat dinantikan untuk membahas tindak lanjut berbagai proyek.
Spekulasi lantas bermunculan soal alasan mengapa Putin selalu telat. Beberapa pengamat mengatakan bahwa ini adalah taktik psikologis yang dilancarkan Putin untuk membuat lawan bicaranya lemah, atau bahkan membuat dirinya merasa penting sehingga layak ditunggu.
Alasan di atas bisa jadi betul. Pasalnya Putin jarang terlambat dalam konferensi pers yang dihadiri banyak wartawan.
Sementara itu sumber anonim dari Kremlin yang dikutip media Rusia Moskovskij Komsomolets mengatakan Putin kerap terlambat karena harus mempersiapkan dan mengecek kembali bahan-bahan untuk pertemuan penting.
"Sebelum pertemuan penting, dia mengecek dua kali sumber informasi, menggali banyak hal, dan hasilnya dia selalu molor dari jadwal," ujar sumber.
