Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Jangan Asal Klik! Ini yang Harus Dilakukan Jika Dapat SMS Blasting Phising
24 Maret 2025 16:56 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Penipuan siber dengan modus SMS phising semakin marak terjadi. Bareskrim Polri mengungkap kasus penyebaran SMS phising menggunakan fake BTS oleh dua WN China di Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
Dalam konferensi pers, Senin (24/3), Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah tertipu oleh pesan mencurigakan.
Jangan Langsung Klik Tautan dalam SMS
Salah satu modus utama dalam phising adalah mengirim SMS dengan tautan yang menyerupai situs resmi bank atau layanan lainnya. Wahyu mencontohkan bagaimana pelaku memanipulasi alamat situs agar tampak meyakinkan.
“Misalnya ada polri.go.id, misalnya diganti menjadi polri.i.go.idn. Nah itu kan orang tidak sadar. Yang dilihatnya hanya bagian besar saja,” jelasnya.
Oleh karena itu, sebelum mengklik tautan dalam SMS, pastikan terlebih dahulu keasliannya. Jika ragu, lebih baik langsung mengunjungi situs resmi melalui browser daripada mengikuti tautan dari SMS.
Jangan Berikan Data Pribadi, Apalagi OTP
Pelaku biasanya meminta korban untuk mengisi informasi pribadi, seperti nama pengguna, nomor kartu, CVV, hingga kode OTP. Informasi ini kemudian digunakan untuk mengakses akun perbankan korban.
ADVERTISEMENT
“Karena calon korban atau pemilik handphone ini tidak menyadari bahwa tautan tersebut palsu, maka dia akan mengikuti instruksi yang diberikan oleh para pelaku ini dengan mengisi data-data yang sifatnya pribadi,” ujar Wahyu.
Sebagai langkah pencegahan, jangan pernah membagikan OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Bank tidak pernah meminta data pribadi nasabah melalui SMS atau telepon.
Cek Logika SMS yang Diterima
Wahyu juga menekankan pentingnya berpikir kritis terhadap isi SMS yang diterima. Jika mendapat SMS yang menyatakan memenangkan hadiah atau mendapatkan poin dari bank yang tidak digunakan, maka kemungkinan besar itu adalah penipuan.
“Kalau saya tidak punya rekening di bank X, terus saya mendapatkan seolah-olah mendapatkan poin dari bank tersebut, kan secara logika ini nggak masuk akal,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Konfirmasi ke Pihak Resmi
Jika menerima SMS yang mencurigakan, segera lakukan verifikasi dengan menghubungi pihak bank atau layanan terkait. Setiap bank memiliki layanan pelanggan yang dapat dihubungi untuk memastikan kebenaran informasi dalam SMS.
“Biasanya ada customer service number-nya di masing-masing bank itu, bisa tanya dulu betul nggak ada tersebut. Supaya jangan sampai kita diperdaya oleh para pelakunya,” ujar Wahyu.
Laporkan ke Pihak Berwenang
Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan ke pihak berwenang. Dengan begitu, polisi dapat melakukan penyelidikan dan mencegah lebih banyak korban.
Polri terus berkomitmen untuk menindak tegas kejahatan siber semacam ini. “Kalau ini tidak segera kita ungkap, tentu mereka akan terus melakukan tindak kejahatannya,” kata Wahyu.
Dengan semakin canggihnya modus kejahatan digital, masyarakat dituntut untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan merespons pesan yang masuk. Jangan sampai hanya karena tergiur tawaran menarik, justru kehilangan data pribadi dan uang di rekening.
ADVERTISEMENT