Janji Ahmad Luthfi Gratiskan Biaya Sekolah dan Internet Warga Miskin di Jateng

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jateng terpilih Ahmad Lutfhi menghadiri pengarahan kepala daerah di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jateng terpilih Ahmad Lutfhi menghadiri pengarahan kepala daerah di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berjanji mau mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah. Termasuk menyejahterakan masyarakat.

Ia sudah menyiapkan beberapa cara mulai dari memperbaiki infrastruktur pendidikan hingga penguatan swasembada pangan.

“Kita punya 2.600 sekolah yang menjadi kewajiban provinsi kita akan perbaiki, infrastrukturnya kemudian penguatan swasembada pangan sebagai lumbung padi nasional,” kata Luthfi kepada wartawan usai pelantikan kepala daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2).

Eks Kapolda Jateng itu mengatakan, pihaknya akan memberikan pendidikan gratis dan beasiswa beserta alat penunjang belajar seperti internet gratis bagi masyarakat miskin ekstrem.

“Kita akan tingkatkan kembali dan juga pendidikan bagi masyarakat miskin yang miskin ekstrem. Ada 160 ribu masyarakat miskin ekstrem yang putus sekolah,” ungkapnya.

“Kita akan gratiskan mereka untuk sekolah kembali dengan memberikan beasiswa, baik itu seragam kemudian internet maupun seragam atau buku dan sebagainya,” lanjutnya.

Sejumlah kepala daerah terpilih berjalan menuju kompleks Istana Kepresidenan untuk mengikuti upacara pelantikan di Jakarta, Kamis (20/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kader Gerindra ini memastikan, efisiensi anggaran tidak akan berpengaruh pada programnya.

“Efisiensi di antaranya kan perjalanan dinas, kemudian rapat-rapat, program-program yang tidak populer dan tidak kepada masyarakat, pro kepada rakyat itu harus kita evaluasi kembali sehingga ke depan infrastruktur kita bikin Insyaallah kita mampu untuk dari pemerintah pusat maupun daerah,” pungkasnya.