Janji Publik SMSG, Aksi Nyata Kolaborasi Membangun Pendidikan Indonesia

Semua Murid Semua Guru (SMSG) menggelar kegiatan 'Janji Publik' yang diikuti oleh Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) yang tergabung dalam jaringan SMSG untuk menyumbangkan ide program pendidikan.
Janji Publik merupakan agenda rutin SMSG yang diadakan sebagai forum kolaborasi bagi setiap orang atau komunitas dengan berbagai keahlian dan sumberdaya yang ingin memberikan dukungannya untuk inisiatif pendidikan.
Adapun kegiatan ini merupakan upaya untuk mengurai benang kusut masalah pendidikan di Indonesia. Sebab, permasalahan ini bukan menjadi pekerjaan rumah pemerintah saja, tetapi perlu kesadaran dan kerja bersama yang diikuti berbagai pihak untuk menyelesaikannya.
Pada Janji Publik tahun 2021 ada 18 KOP yang terpilih, yaitu Kelir, Reading Bugs, Ayo Dongeng Indonesia, Taman Bacaan Pelangi, Pemuda Peduli, Psikologidisini, PiBo, KinaryaGagas, Elmuloka, Greeneration Indonesia, Everidea, Sedekah Buku Indonesia, Compok Literasi, Literasi Berkaki, Websis for Edu, Arsanara, Indorelawan.org, Pemimpin.id.
18 KOP itu menghadirkan beragam program seperti webinar series, inkubasi sociopreneurship anak muda, pengadaan bahan bacaan untuk meningkatkan literasi, dan pelatihan bagi para murid serta guru.
Salah satunya, program edukasi bertema lingkungan diusung oleh KOP Everidea Education bersama Greeneration Indonesia. Zensa Rahman Co-Founder Everidea Education menjelaskan bahwa melalui webinar Waste Management 101: Learn The Basic Things to Manage and Reduce Waste, kedua KOP ini akan memberikan pengetahuan dasar mengenai bagaimana mengelola dan mengurangi sampah.
"Ide-ide yang dihadirkan KOP beragam dan bermanfaat terutama di saat pandemi seperti ini. Kita butuh banyak inovasi dan inisiatif bersama untuk membangun sumber daya manusia berkualitas agar siap dengan tantangan di masa depan", ungkap Suci Hendrina Head of CSR PT Paragon Innovation and Technology, sebagai salah satu panelis.
Arifin Asydhad selaku Pemimpin Redaksi kumparan turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu panelis. Ia memberi pandangan tentang pentingnya kolaborasi dalam membangun pendidikan di Indonesia.
"Era saat ini adalah era kolaborasi. Tanggung jawab Pendidikan bukan hanya ada di pundak pemerintah, tapi semua pihak. Semakin banyak pihak yang peduli dan berkontribusi dalam urusan Pendidikan, maka peningkatan kualitas pendidikan akan semakin cepat terealisasi," kata Arifin Asydhad.
SMSG melalui Program Janji Publik berusaha memfasilitasi program-program tersebut agar berdampak lebih luas dengan memberikan dana hibah kolaborasi sebesar Rp 25 juta rupiah untuk setiap program yang telah lulus proses kurasi oleh Tim SMSG.
"Harapannya dengan Janji Publik ini komunitas dan organisasi pendidikan dapat memperbesar skala pelaksanaan dan manfaat bagi masyarakat. Dan dengan semakin luasnya penyebaran informasi program ini akan meningkatkan kesadaran publik untuk turut serta membangun pendidikan," jelas Ivan Ahda selaku Ketua Jaringan SMSG.
SMSG sendiri merupakan jaringan penggerak pendidikan. Tidak hanya berjejaring bersama jaringan KOP di seluruh Indonesia, SMSG juga terkoneksi dengan berbagai instansi pemangku kepentingan pendidikan, media massa, dan konten kreator yang berdampak besar terhadap masyarakat.
Sejak Konferensi Pendidikan Indonesia 2019, jaringan SMSG mengalami penguatan secara keorganisasian. Secara kepengurusan, SMSG berubah bentuk menajadi asosiasi pendidikan yang menaungi KOP seluruh Indonesia.
Perubahan ini bertujuan menguatkan arah perbaikan pendidikan dari seluruh KOP, yakni menuju kepada ‘merdeka belajar’ dan ‘berpihak pada anak’. Asosiasi SMSG juga mendorong terjadinya berbagai kolaborasi bermakna antar KOP demi terwujudnya cita-cita pendidikan bersama.
