Janji Trump Jika Menang Pemilu: Larang Masuk Warga dari Beberapa Negara Muslim

21 September 2023 10:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mantan Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan di Trump National Golf Club Bedminster di Bedminster, New Jersey, pada Selasa (13/6/2023). Foto: Ed Jones/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan di Trump National Golf Club Bedminster di Bedminster, New Jersey, pada Selasa (13/6/2023). Foto: Ed Jones/AFP
ADVERTISEMENT
Eks Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan janji kontroversial. Jika terpilih jadi orang nomor satu ia akan mengerahkan ribuan tentara ke perbatasan Meksiko.
ADVERTISEMENT
Pernyataan itu disampaikan saat berbicara di depan pendukungnya di Iowa. Trump juga akan memperluas larangan masuk warga dari beberapa negara Muslim seperti dilakukannya pada 2017 sampai 2021 lalu.
Trump mengatakan, selama Joe Biden berkuasa migran ilegal menyeberang lewat perbatasan AS-Meksiko memecahkan rekor. Bahkan Trump menyebutnya sebagai invasi.
Dalam pandangan Trump serbuan imigran asing sepenuhnya salah pemerintahan Partai Demokrat pimpinan Biden.
"Saat saya dilantik saya langsung memutus kebijakan membuka perbatasan yang diberlakukan pemerintahan Biden," kata Trump seperti dikutip dari Reuters.
"Akan saya perjelas, kami harus menggunakan setiap dan seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk menghentikan invasi, termasuk dengan cara memindahkan ribuan tentara yang kini berada di luar negeri," sambung dia.
Terkait larangan masuk dari sejumlah negara Muslim, Trump hanya mengungkap sedikit detail.
ADVERTISEMENT
Pada 27 Januari 2017 Trump meneken Keppres 13769 yang berjudul Melindungi Bangsa dari Penyusupan Teroris Asing ke Amerika Serikat. Keppres itu berisi larangan masuk ke AS bagi warga dari sejumlah negara Muslim.
Negara-negara Muslim yang masuk daftar hitam Trump yaitu Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.
Trump sampai sekarang masih menjadi salah satu calon terkuat yang bakal diusung Partai Republik pada pemilu 2024 mendatang.
Trump akan kembali berhadapan dengan Joe Biden yang hampir pasti diusung kembali oleh Partai Demokrat.