Jansen Sitindaon Diminta Maju Jadi Wali Kota Medan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jansen Sitindaon. Foto: Fahrian Amran/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jansen Sitindaon. Foto: Fahrian Amran/kumparan

Nama Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon muncul dalam bursa bakal calon Wali Kota Medan untuk Pilkada 2020. Politikus itu diminta sejumlah elemen masyarakat untuk membangun Kota Medan.

Mengenai kapasitasnya sebagai calon Wali Kota Medan, Jansen merasa punya rekam jejak, integritas dan visi untuk membangun kota. Namun dia terkendala logistik untuk bertarung di Pilwalkot 2020.

“Tapi jujur, logistik yang per hari ini saya tidak punya. Padahal untuk bertarung di Pilkada sekelas kota Medan ini, sebagaimana kita semua tahu pastilah butuh dana yang cukup besar kan,” kata Jansen kepada kumparan, Jumat (5/7).

“Apalagi yang akan kita hadapi ini incumbent dengan dukungan dana tanpa batas. Karena faktanya, demokrasi kita sampai per saat ini masih membutuhkan yang namanya logistik, tidak cukup bermodal integritas dan visi baik saja, untuk bisa ikut berkompetisi dan menang,” ujar Jansen.

Karena itu Jansen tidak menutup kemungkinan akan bertarung pada Pemilihan Wali Kota Medan 2020 apabila memiliki logistik untuk maju.

“Jadi jika nanti di hari-hari menuju pilkada ini tiba-tiba saya dapat rejeki sehingga memiliki logistik untuk maju, semoga permintaan masyarakat Medan ini bisa saya pertimbangkan ulang,” sebut Jansen.

Saat ini, kata Jansen, Medan butuh pemimpin yang mampu membenahi kota secara total. Jansen memandang kota Medan yang sekarang ini seperti "Gotham City" di Film Batman.

“Penuh dengan kesemrawutan, premanisme, tidak tertata, jalan berlubang di sana-sini, banjir dan berbagai masalah kemasyarakatan lainnya,” ungkap Jansen.

Menurutnya, dengan APBD Kota Medan yang lebih dari Rp 6 triliun bila dikelola dengan baik, pembangunan bisa sama baiknya dengan Kota Bandung dan Surabaya yang juga memiliki APBD yang hampir sama.

“Kota Medan ini memang butuh 'Batman dan Robin' baru untuk menatanya. Untuk itu saya sebenarnya berharap, semoga di Sumut sana masih adalah orang atau tokoh yang bisa menata dan memperbaiki kota Medan ini. Jadi tidak perlu harus 'impor' calon pemimpin dari Jakarta atau tempat lain,’’ ujar Jansen.