Jasa Kremasi Hewan Peliharaan di Ragunan: Abu Dimasukkan ke Guci untuk Dikenang
·waktu baca 2 menit

Pondok Pengayom Satwa di Ragunan, Jakarta Selatan, menyediakan jasa yang tak biasa. Mereka membuat taman kuburan hewan peliharaan hingga kremasi mayat dari hewan yang berpulang.
Kremasi ini pun menjadi satu cara bagi pemilik menyimpan sosok hewan kesayangannya di rumah. Pondok itu akan memasukkan abu kremasi ke dalam guci untuk dibawa pulang.
“(Gucinya) buat dibawa sama mereka,” kata Topo, pengurus kremasi di pondok tersebut saat ditemui, Kamis (28/5).
Sebelum dimasukkan ke dalam guci, abu tersebut ditumbuk terlebih dahulu oleh Topo agar teksturnya halus. Setelah itu, guci ditempelkan stiker yang bertuliskan nama hewan, berat hewan, dan tanggal dilakukan kremasi.
Topo bercerita, ada sejumlah hewan peliharaan yang diberlakukan layaknya manusia meninggal. Di antaranya, ada beberapa hewan yang dikremasi beserta pakaian dan mainannya. Bahkan, ada hewan yang dibawa dengan kembang mengelilingi tubuhnya sebelum dikremasi.
“Ada yang pernah taruh kembang sama mainan anabulnya. bahkan ada upacaranya, maksudnya kayak doa begitulah. Tergantung keyakinan mereka,” ujar Topo.
Kremasi ini dilakukan Topo tidak setiap hari, namun dalam sekali kremasi, ia bisa mengeksekusi tiga sampai lima ekor hewan peliharaan bergantian.
“Ya enggak (setiap hari) juga sih, jarang-jarang. Cuma kalau ada, tiga sampai lima (ekor) gitu,” tuturnya.
Topo pun menjelaskan kremasi ini dilakukan di dalam sebuah tangki. Apinya berasal dari gas kompor dengan minyak tanah di dalam sebuah tabung.
“Tangki sudah diisi, kita isi angin (dari tabung). Baru nyalain,” jelas Topo.
Alat kremasi ini berada di sudut area pondok, melewati banyak kandang anjing. Alat ini berada di balik pintu pagar.
Adapun biaya kremasi berharga Rp 300 ribu untuk hewan dengan berat di bawah 5 kilogram. Setiap 1 kilogram di atas itu, akan dikenakan biaya tambahan Rp 25 ribu.
Caranya pun mudah, hanya menghubungi admin via WhatsApp untuk mendaftar lalu segera bisa mendatangi Pondok Pengayom Satwa Jakarta. Kremasi ini merupakan upaya pondok tersebut untuk menjaga kenangan pemilik dengan hewannya maupun menyelaraskan dengan keyakinan masyarakat yang beragam.
