Jasad Pelajar di Pinang Ranti Terungkap Usai Penghuni Kos Keluhkan Bau Busuk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi TKP kontrakan penemuan mayat korban di Jalan Asem Nirbaya, RT17/RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Kec. Makassar, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi TKP kontrakan penemuan mayat korban di Jalan Asem Nirbaya, RT17/RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Kec. Makassar, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Penemuan jasad seorang pelajar perempuan dengan tangan dan kaki terikat di sebuah kamar kos di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, terungkap setelah penghuni kos lain mengeluhkan bau busuk dari kamar korban.

Berdasarkan penelusuran kumparan di sekitar lokasi, warga mengaku tidak mengetahui banyak tentang keseharian korban. Sejumlah warga bahkan menyebut jarang atau tidak pernah melihat korban beraktivitas di lingkungan kontrakan tersebut.

Pemilik kontrakan juga mengaku tidak lagi bertemu korban setelah menyerahkan kunci kamar. Ia baru kembali mendatangi kamar tersebut setelah menerima keluhan dari penghuni kos lain mengenai bau yang menyengat.

Pemilik kontrakan, berinisial S, mengatakan keluhan tersebut membuatnya naik untuk memeriksa kamar korban.

Lokasi TKP kontrakan penemuan mayat korban di Jalan Asem Nirbaya, RT17/RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Kec. Makassar, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

“Kan anak kosan lain pada ngadu katanya kamarnya bau,” kata S saat ditemui, Jumat (9/10). S kemudian mendatangi kamar tersebut.

Ia mengaku tidak berani memeriksa kamar itu seorang diri lalu ia meminta bantuan ketua RT dan petugas keamanan setempat untuk menindaklanjuti kondisi tersebut.

“Makanya saya naik ke atas. Terusan langsung manggil Pak RT, manggil keamanan, manggil apa itu. Saya nggak berani dong pas sendiri,” ujarnya.

Menurut S, saat itu ia sempat mengira bau yang tercium mungkin berasal dari bangkai hewan. Namun, banyaknya lalat membuatnya tidak berani membuka kamar sendirian.

“Takutnya cuma kucing apa tikus kan,” kata S.

TKP mayat perempuan di sebuah kamar kos di Jalan Asem Nirbaya, RT 17/RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026). Foto: Dok. Polres Jakarta Timur

S juga mengaku tidak mengetahui aktivitas korban setelah menyerahkan kunci kamar. Ia mengatakan tidak bertemu lagi dengan korban hingga beberapa hari sebelum percakapan tersebut.

“Nggak tahu, habis terima kunci itu nggak ketemu lagi sampai 3 hari kemarin, saya,” ujar S.

Ketika ditanya apakah korban hanya tinggal selama tiga hari di kos tersebut, S menjelaskan bahwa dirinya hanya mengingat pertemuan pada hari pertama korban menempati kamar.

“Cuma hari pertama itu doang dia nempatin,” katanya.

S menambahkan, korban merupakan orang baru di lingkungan tersebut. Menurut dia, penghuni lain juga tidak mengenal korban.

TKP mayat perempuan di sebuah kamar kos di Jalan Asem Nirbaya, RT 17/RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026). Foto: Dok. Polres Jakarta Timur

“Kan orang baru, baru mau masuk dia ceritanya. Nggak ada yang kenal,” ujar S.

Sebelumnya, Mayat perempuan ditemukan di sebuah kamar kos di Jalan Asem Nirbaya, RT 17/RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (8/10). Korban ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan korban berinisial KDA, yang berstatus pelajar/mahasiswa. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi terikat kaki dan tangan dengan menggunakan tali rafia. Muka sebelah kiri mengalami memar serta leher diikat dengan menggunakan baju kaus warna hitam,” kata Made kepada kumparan, Kamis (8/10).