Jatim Tak Terapkan Karantina Wilayah, Jalan Protokol di Surabaya Masih Ramai

Persebaran kasus virus corona di Jawa Timur terus bertambah setiap hari. Tercatat pada 29 Maret 2020 kasus COVID-19 sebanyak 90 orang dinyatakan positif, 336 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 5.071 orang dalam pemantauan(ODP). Dari jumlah itu, kasus positif COVID-19 terbanyak di Kota Surabaya, yakni 41 kasus.
Pantauan kumparan, jalan di kawasan Bundaran Waru perbatasan antara Sidoarjo dan Surabaya terpantau ramai lancar di tengah pandemi virus corona. Meski, keramaian itu tidak padat seperti biasanya.
Selain itu, jalan-jalan protokol di Surabaya juga terpantau ramai lancar. Seperti di frontage Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo dan Jalan Basuki Rahmat. Meski, biasanya kepadatan kendaraan terjadi di lampu merah pada jalan-jalan ini. Namun, kini terpantau longgar.
Salah satu pengendara, Arif (27) seorang karyawan swasta mengaku khawatir dengan pandemi virus corona. Namun, ia mengaku harus tetap bekerja di luar rumah lantaran sebagai pekerja lapangan.
“Kami cukup khawatir dengan pandemi virus corona. Tapi kami harus beraktivitas karena tuntutan pekerjaan,” ujar Arif.
Selain itu, Arif juga merasakan ada pengurangan kendaraan di jalan-jalan protokol di Surabaya. “Beberapa hari ini saya juga lewat di Jalan Basuki Rahmat sore hari yang biasanya ramai sekarang menjadi agak lengang,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubenur Khofifah Indar Parawansa menegaskan tak bakal melakukan karantina wilayah alias lockdown terhadap Jatim. Pihaknya hanya melakukan pengetatan wilayah di Jatim.
“Soal lockdown, pertama kewenangan pemerintah pusat. Kedua kalau lockdown itu tidak ada sama sekali mobilitas. Kecuali TNI dan Polri yang dapat penugasan men-deliver logistik. Apakah beras, apakah sembako lainnya, apakah BBM dan seterusnya," kata Khofifah, pada Minggu (29/3).
"Kalau lockdown tidak ada orang keluar rumah. Kalau ada makanan disiapkan di masing-masing depan rumah. Itu dari negara yang pernah melakukan lockdown yang terkoordinir," lanjutnya.
Pengetatan wilayah itu dilakukan dengan pemeriksaan berlapis antarwilayah. Seperti, di kawasan Jembatan Suramadu, sejumlah personel siaga untuk memeriksa setiap kendaraan. Bila ditemukan rombongan jemaah luar daerah untuk ziarah ke Bangkalan, pihaknya meminta untuk putat balik agar ditunda terlebih dahulu kegiatannya.
“Tapi kita melakukan proteksi dengan berbagai pemeriksaan berlapis. Saya menyampaikan ini pemeriksaan dan pencegahan berlapis. Meskipun Pemkab Bangkalan, polresnya lakukan penyemprotan di terminal Bangkalan, tapi karena ini berlapis, Suramadu dicek," tandas Khofifah.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
