Jatuh Bangun Dasawisma Tegakkan Prokes hingga Gerakkan Warga Ikut Vaksinasi

15 Oktober 2021 20:34
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jatuh Bangun Dasawisma Tegakkan Prokes hingga Gerakkan Warga Ikut Vaksinasi (340465)
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang warga menerima masker pemberian dari Pemprov DKI Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
Bukan perkara mudah menjadi kader Dasawisma dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  di Jakarta saat pandemi corona. Tapi segala tugas berat itu dijalani dengan suka cita karena memberikan kehangatan di hati saat bisa memberikan manfaat bagi sesama.
ADVERTISEMENT
Setidaknya hal ini dirasakan oleh Ani Supiyani, kader Dasawisma Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Sejak pandemi corona, dia bersama kader Dasawisma lainnya tidak berhenti melakukan edukasi kepada warganya.
"Kami lakukan edukasi memakai masker dan edukasi cuci tangan. Kami siapkan di beberapa titik di lingkungan rumah berupa tong-tong tempat cuci tangan dan sabun. Jadi, untuk tukang sayur, tukang sampah ataupun warga di luar lingkungan kami yang melakukan perjalanan dan akan masuk ke dalam lingkungan kami, bisa cuci tangan di situ," kata Ani saat dihubungi Jumat (15/10).
Jatuh Bangun Dasawisma Tegakkan Prokes hingga Gerakkan Warga Ikut Vaksinasi (340466)
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang warga menerima masker pemberian dari Pemprov DKI Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
Upaya edukasi bukan tanpa hambatan. Di awal pandemi, Ani merasakan betul bagaimana sulitnya menghadapi masyarakat yang tetap ngeyel meski diingatkan soal prokes, terutama pemakaian masker.
"Ada yang susah dibilangin, ada yang pake maskernya susah. Begitu kami tegur, malah marah," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Tak sampai di situ, saat vaksinasi mulai berjalan, Ani dan kader lainnya harus memberi penjelasan kepada para lansia di lingkungannya yang mayoritas tidak bisa membaca. Termasuk, mengantarkan mereka ke sentra-sentra vaksinasi terdekat.
"Alhamdulillah, mereka paham dan mau diarahkan oleh dasawisma ke sentra vaksin. Hanya tinggal beberapa yang belum vaksin," tutur dia.
Di balik upaya jatuh bangun mengedukasi warga mengenai pandemi corona, ada hal-hal yang memberikan kehangatan di hati karena memantik rasa kemanusiaan. Peran aktif kader Dasawisma dan PKK dalam membantu dan menolong warga yang terpapar COVID-19, membuat kepedulian warga meningkat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ani bersama kader lainnya menginisiasi donasi berbagai macam kebutuhan, terutama makanan untuk warga yang sedang isolasi mandiri (isoman). Ani bercerita, setiap hari selalu ada warga yang mengantarkan makanan kepada warga isoman.
ADVERTISEMENT
"Warga bisa peduli dengan tetangga sebelahnya dan saling berbagi kepada tetangga yang sedang isoman. Kami mengumpulkan bantuan yang sifatnya materi atau berupa sembako, makanan untuk tetangga atau saudara yang tinggalnya berdekatan," imbuh Ani.
Jatuh Bangun Dasawisma Tegakkan Prokes hingga Gerakkan Warga Ikut Vaksinasi (340467)
zoom-in-whitePerbesar
Penyaluran 104 paket sembako yang merupakan bantuan dari Pokja I Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta. Foto: utara.jakarta.go.id
Meski corona di Jakarta sudah melandai, Ani tetap semangat dalam mengingatkan warga untuk taat prokes. Dia berujar bahwa prokes dan vaksin adalah upaya yang dapat melindungi warga dari paparan corona.
Sementara, Wakil Sekretaris 1 TP PKK Prov DKI Jakarta, Chairunisyah Nst, mengatakan, kader Dasawisma memang memegang peran penting dalam menyukseskan berbagai program pemerintah. Salah satunya adalah penanganan pandemi corona.
Wanita yang karib disapa Nenny ini ingat betul bagaimana kader Dasawisma bergerak mengajak warga untuk vaksinasi. Sebab, mereka paham bagaimana kondisi warga di sekitarnya.
Jatuh Bangun Dasawisma Tegakkan Prokes hingga Gerakkan Warga Ikut Vaksinasi (340468)
zoom-in-whitePerbesar
Tim PKK dalam kegiatan Gebrak Masker (Gerakan Bersama Pakai Masker) di wilayah RW 08, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Foto: timur.jakarta.go.id
"Terkait dengan vaksin, Dasawisma itu akan tahu karena dia memegang tanggung jawab untuk 10-20 bangunan rumah yang ada di wilayahnya. Jadi, jika dalam satu RT bangunan rumahnya ada 30, maka di sana harus ada 2 Dasawisma. Otomatis dengan lingkungan sekecil itu, Dasawisma menjadi paham siapa saja yang sudah divaksin dan yang belum divaksin. Nah, mereka akan menggerakkan warga yang belum divaksin untuk mau divaksin," tutur Nenny.
ADVERTISEMENT
Nenny tahu betul kerja keras kader Dasawisma selama pandemi corona. Untuk itu, dia berpesan kepada seluruh kader Dasawisma maupun PKK di Jakarta untuk terus bekerja ikhlas dalam menyukseskan program pemerintah.
"Untuk bisa menyukseskan program pemerintah, kita harus bisa memberikan contoh. Seperti kita harus jujur bahwa kita sudah divaksin. Dengan begitu warga binaan yang menjadi tanggung jawab kita akan mengikuti," ucap dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020