Jawab Tantangan di LCS, Australia siap Kerja Sama Trilateral dengan RI dan India
·waktu baca 2 menit

Panglima Angkatan Bersenjata Australia David Johnston membuka peluang kerja sama militer gabungan dengan Indonesia dan India. Terbukanya kemungkinan ini untuk menjawab tantangan yang tengah dihadapi di kawasan Samudera Hindia dan Laut China Selatan (LCS).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Australia menandatangani kesepakatan peningkatan kerja sama pertahanan dengan Kementerian Pertahanan India.
"Saya rasa negara seperti Indonesia, Australia dan India, kemampuan untuk menjaga kebebasan navigasi dan jalur komunikasi laut terbuka itu sangat penting untuk negara kita. Kita melihat sejumlah tantangan itu di Laut China Selatan," katanya dalam konferensi pers di Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/10).
Johnston mengatakan, kerja sama pertahanan trilateral dengan Indonesia dan India bertujuan untuk membangun kesadaran domain maritim. Meski, Johnston tidak secara eksplisit menyinggung soal latihan militer gabungan.
"Tujuan Indonesia bersama Australia dan India bekerja bersama untuk membangun kesadaran domain maritim, supaya negara kita memiliki pemahaman apa yang terjadi di perairan yang penting untuk kita, dan untuk membangun interopabilitas antara Angkatan Laut dan Angkatan Udara kita yang memberi kita keyakinan bahwa kita mampu mencapai tujuan-tujuan nasional yang kita miliki dalam kemitraan," jelasnya.
Apalagi, lanjutnya, Samudera Hindia dan ASEAN wilayah perairan yang luas.
"Dan kita akan menjadi lebih baik ketika kita bekerja sama dan bekerja untuk mencapai tujuan bersama, dan itulah tujuan kerja sama ketiga negara kita," pungkasnya.
