Jawaban Pemprov DIY soal Alun-alun Utara Dijual di Next Earth
·waktu baca 2 menit

Media sosial tengah diramaikan dengan penjualan sejumlah tempat seperti Kepatihan Pemda DIY, Gedung Agung, hingga Alun-alun Utara secara virtual di situs Next Earth.
Dalam situs itu, Kompleks Kepatihan dijual 17,39 USDT atau mata uang crypto currency. Sementara Gedung Agung dijual 36,84 USDT dan Alun-alun Utara dijual 237,56 USDT.
Terkait hal ini, Pemda DIY pun angkat bicara. Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokoler Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji menjelaskan pihaknya tidak pernah bekerja sama atau mengizinkan penjualan lokasi-lokasi tersebut secara virtual.
"Terkait berita Kompleks Kepatihan maupun Alun-alun Utara yang dijual di situs Next Earth, Pemda DIY tidak pernah bekerja sama, merekomendasikan, atau mengizinkan jual beli secara virtual terkait aset-aset apa pun milik DIY," tegas Ditya, Rabu (5/1).
"Jika ditemukan ada kasus jual beli secara virtual lewat platform apa pun, sepenuhnya merupakan klaim sepihak dan tidak ada relevansi dengan kepemilikan sah aset fisik tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa jika ke depan ada hal yang merugikan terkait penjualan virtual tersebut maka pihaknya akan mengambil tindakan.
"Kalau memang ada penyalahgunaan dan merugikan pemerintah daerah tentu kita melakukan pengaduan," ujarnya.
Namun sejauh ini dia mengaku belum ada dampak terkait hal tersebut.
"Ya kan kita merasa masih nggak ngefek. Kalau memang ada hal sampai merugikan kita tentu akan melakukan tindakan siapa yang merugikan kita," pungkasnya.
