Jejak Brigjen Tubagus Ami Prindani, Kepala Densus 88 Terbaru

Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak panjang di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 itu menghabiskan sebagian besar kariernya di satuan yang menangani tindak pidana terorisme tersebut. Sebelum menduduki jabatan sebagai Kepala Densus 88, Ami pernah menjadi Direktur Pencegahan hingga Direktur Intelijen Densus 88.
Jejak itu membuat perjalanan karier Ami berbeda dengan banyak perwira lain yang berpindah-pindah antara fungsi reserse, intelijen, kewilayahan, maupun staf.
Dari Akpol 1997 ke Densus 88
Tubagus Ami Prindani merupakan lulusan Akpol 1997. Data penugasan Polri pada 2020 mencatat Ami yang saat itu berpangkat Kombes Pol sudah bertugas di Densus 88 Antiteror sebagai Kasubsatgas Lidik II.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa Ami sudah berada dalam fungsi penyelidikan Densus 88 jauh sebelum menduduki posisi pimpinan.
Dalam perjalanan berikutnya, Ami dipercaya menjadi Kasatgaswil DKI Jakarta Densus 88. Pada akhir 2021, ia kemudian dipromosikan menjadi PS Direktur Pencegahan Densus 88.
Perubahan tersebut terjadi setelah struktur jabatan direktur di Densus 88 diperkuat. Jabatan direktur yang sebelumnya berpangkat Kombes dinaikkan menjadi Brigjen.
Ami kemudian resmi menyandang pangkat Brigjen Pol pada 2022. Kenaikan pangkat tersebut tercantum dalam Surat Telegram Nomor STR/722/IX/KEP./2022.
Direktur Pencegahan Densus 88
Sebagai Direktur Pencegahan, Ami tidak hanya berada pada fungsi penindakan terhadap jaringan terorisme.
Pada 2023, misalnya, ia menjelaskan keterlibatan Densus 88 dalam proses rekrutmen Akpol. Densus 88 menggunakan perangkat untuk mendeteksi dini potensi radikalisme pada calon taruna dan taruni.
Pada November 2023, ia mengatakan Densus 88 memantau jaringan dan sel terorisme serta organisasi radikal menjelang Pemilu 2024.
Bergeser ke bidang intelijen
Setelah menjadi Direktur Pencegahan, Ami kemudian dipercaya sebagai Direktur Intelijen Densus 88 Antiteror Polri.
Perubahan tersebut terjadi pada 2024. Saat itu, Ami disebut sebagai salah satu perwira lulusan Akpol 1997 yang mendapat promosi jabatan.
Posisi Direktur Intelijen membuat pengalamannya di Densus semakin beririsan dengan fungsi penyelidikan dan pengumpulan informasi mengenai jaringan terorisme.
Naik menjadi Wakadensus 88
Pada Mei 2026, Kapolri kembali merotasi jajaran Densus 88.
Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026, Ami ditunjuk sebagai Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri. Sebelumnya, jabatan tersebut ditempati Brigjen Pol I Made Astawa. Dengan posisi tersebut, Ami menjadi orang nomor dua di struktur Densus 88.
Perjalanan dari Kasatgaswil, Direktur Pencegahan, Direktur Intelijen hingga Wakadensus menunjukkan bahwa karier Ami berkembang hampir seluruhnya di lingkungan Densus 88.
Kini memimpin Densus 88
Pada mutasi Polri Oktober 2026, Ami kembali mendapat promosi. Ia ditunjuk menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Polri.
Dengan demikian, perjalanan Ami di satuan antiteror itu dapat dirunut dari fungsi penyelidikan, kewilayahan, pencegahan, intelijen, wakil kepala, hingga akhirnya memimpin Densus 88.
