Jelajah Rimba Mendulang Madu dari Lembang hingga Mendunia

Madu merupakan salah satu cairan alami yang dihasilkan lebah. Khasiatnya pun beragam, seperti mencegah diabetes, kanker, menyehatkan jantung hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Cerita soal lebah dan madu sudah digeluti Koswara (39) selama 29 tahun. Pembudidaya madu itu menjual madu dari hasil budidaya lebah melivera, trigona dan cerana. Ia membudidayakan madu di rumahnya yang bernama Lebah Madu Sari Alam Legend Bee di Jalan Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Koswara menjajakan madu-madunya dari harga Rp 200 ribu hingga Rp 750 ribu. Madu-madu itu dipasarkan ke seluruh Indonesia dan mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Arab, dan Jepang.
Tak hanya itu, ia juga menjual madu unggulan, yaitu madu hutan yang dihasilkan lebah dorsata, namun lebah tersebut tidak bisa dibudidayakan karena tidak bisa dijinakkan. Untuk itu, Koswara bersama temannya Ayat (22) harus menyusuri hutan di kawasan Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Mereka menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer untuk bisa mendapatkan madu liar ini.
Menggunakan sepatu bot dan berbekal sebilah golok, mereka menembus semak-semak seraya mencari bahan alami untuk alat buru.
Mereka menggunakan batang tepus dibalut dedaunan untuk dibakar yang asapnya berfungsi sebagai alat menghindari sengatan koloni lebah.
"Kami menggunakan cara yang alami karena itu sebagai jati diri untuk menjaga kelestarian alam," tutur Koswara sambil memotong batang tepus.
