Jelang Bertemu Xi Jinping, Trump Ogah Minta Bantuan China Selesaikan Perang Iran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden  Xi Jinping saat mereka mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, pada 2025 lalu. Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Xi Jinping saat mereka mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, pada 2025 lalu. Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak membutuhkan bantuan China untuk menyelesaikan konflik Iran. Komentar Trump disampaikan menjelang pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5).

Salah satu agenda pertemuan tersebut adalah membahas perang di Iran yang pecah sejak AS bersama Israel menyerang Teheran pada 28 Februari lalu. China diketahui memiliki hubungan harmonis dengan Iran.

"Saya rasa kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara, secara damai atau sebaliknya," kata Trump kepada sejumlah jurnalis di AS pada Selasa (12/5), seperti dikutip dari Reuters.

Sebenarnya, AS-Israel dan Iran sudah menyepakati gencatan senjata. Namun, hingga kini belum terlihat kemajuan dalam upaya negosiasi damai perang Iran.

Iran saat ini masih memegang kendali penuh atas Selat Hormuz yang menjadi titik panas negosiasi. Terbaru, Iran sudah menjalin negosiasi dengan Pakistan dan Irak untuk mengirim minyak dan gas dari kawasan tersebut.

Dalam sejumlah kesepakatan, AS bersikeras agar pembukaan Selat Hormuz serta penghentian program nuklir Iran menjadi syarat perdamaian.

Sementara itu, Iran menyebut perundingan damai bisa disepakati jika AS membayar kompensasi kerusakan perang, mencabut embargo, dan menghentikan seluruh serangan Israel terhadap sekutu mereka, Hezbollah, di Lebanon.