Jelang Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Polisi Belum Berlakukan Rekayasa Lalin
·waktu baca 1 menit

Sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Rencananya, unjuk rasa yang digelar hari ini bakal dilakukan di kawasan Patung Kuda dan Gedung DPR/MPR.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta mengatakan diperkirakan ada 1.500 massa aksi yang berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda. Sementara, di depan gedung DPR/MPR sekitar 2.000 orang.
"Ada 2 tempat di Patung Kuda (massa aksi) 1.000 sampai 1.500. Lanjut di DPR 2.000 ke atas ya," kata Purwanta saat dihubungi, Selasa (6/9).
Purwanta belum dapat merinci dari aliansi mana saja yang bakal berunjuk rasa hari ini. Dia hanya memastikan rekayasa lalu lintas masih bergantung dengan kondisi di lapangan.
"(Penutupan) jalan tentatif," tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar, Sabtu (3/9). Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.
Tak hanya BBM subsidi, pemerintah juga menaikkan harga BBM nonsubsidi yaitu Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.
