Jelang IMF Meeting dan Pilkada, Polda Bali Resmikan Command Center

Jelang IMF dan World Bank Annual Meeting 2018 yang akan diselenggarakan di Bali Oktober 2018, Polda Bali meresmikan Command Center di Gedung Biro Operasi Polda Bali, Rabu (11/4). Command Center ini nantinya menjadi pusat kendali pengawasan keamanan berbasis teknologi yang akan terhubung dengan berbagai tempat di Bali.
Fitur-fitur pada Command Centre ini, salah satunya memonitor lewat CCTV yang terhubung dengan berbagai tempat. Misalnya, pintu masuk Bali, kawasan pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Badung.
Selain itu, Command Center juga terhubung dengan sistem aplikasi layanan kepolisian daerah Bali atau Salak Bali. Pusat kendali ini juga telah terintegrasi dengan Polres yang ada di seluruh Bali, termasuk Mabes Polri.

Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menyampaikan, adanya Command Center ini juga sebagai bentuk modernisasi Polda Bali. Tak hanya untuk persiapan IMF, teknologi ini juga bisa digunakan untuk menyambut Pilkada dan Pilpres, serta pelayanan masyarakat secara umum.
“Lewat Command Centre ini bagaimana mengaplikasikan program yang ada untuk pengamanan berbasis teknologi. Kalau mau profesional, kita harus modernisasi. Tidak hanya untuk IMF, juga menyambut Pilkada dan Pilpres dan pelayanan masyarakat,” kata Golose di lokasi, Rabu (11/4).

Golose menegaskan, Command Center yang dimiliki Polda Bali tak kalah dengan yang ada di luar negeri. Meski, masih ada beberapa pembenahan yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan teknologi ini.
"Kami akan duduk bersama untuk membicarakan hal tersebut. Tapi saya sebagai Kapolda di sini akan mengoptimalksan semua sarana dan prasarana untuk memberikan rasa percaya, terkait hal-hal detail yang ditanyakan oleh security dan panitia IMF,” jelas Golose.
"Akan ada high level security meeting untuk finalisasi," tambahnya.
Golose memastikan belum ada ancaman keamanan berarti selama persiapan IMF Annual Meeting. Termasuk soal terorisme yang banyak dikhawatirkan oleh masyarakat.
“Hasil monitoring kami belum ada yang menjurus pada terorisme dan kejahatan siginifikan lainya terkait transnational crime,” ujar dia.
