Jemaah Berkain Ihram Dilarang Masuk Masjidil Haram

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah mengenakan masker di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah mengenakan masker di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Pemerintah Arab Saudi menerapkan larangan umrah dengan ketat di Masjidil Haram, kota Mekkah. Salah satunya adalah melarang masuk jemaah yang memakai baju ihram.

Hal ini disampaikan pemerintah Arab Saudi melalui kantor berita Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip Saudi Gazette, Kamis (5/3). Larangan jemaah berkain ihram masuk ke Masjidil Haram selaras dengan penangguhan sementara umrah.

Saudi telah memperluas cakupan penangguhan umrah, tidak hanya bagi jemaah asing tapi juga bagi warga Saudi, termasuk warga Makkah. Bahkan mereka yang berkain ihram tidak boleh menginjakkan kaki di pelataran Masjidil Haram.

Jemaah mengenakan masker di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Saudi sejak Kamis malam telah menutup Mataf atau wilayah tawaf di sekitar Ka'bah. Jalur Sa'i antara Safa dan Marwah juga ditutup bagi jemaah. Berada di kedua area di Masjidil Haram ini adalah bagian dari prosesi umrah. Penutupan Mataf dan Sa'i akan berlangsung hingga Saudi mencabut penangguhan umrah.

Jemaah untuk sementara hanya diperbolehkan salat di wilayah indoor Masjidil Haram. Namun jemaah tidak boleh itikaf dan tidur di masjid, termasuk membawa makanan dan minuman.

Sejumlah jemaah berjalan di area sekitar Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, Kamis (5/3). Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

SPA mengatakan tindakan ini dilakukan atas rekomendasi lembaga kesehatan Saudi untuk mencegah penyebaran virus corona. Pembersihan Masjidil Haram juga ditingkatkan, tiada sudut di masjid itu yang tak disterilkan.

Di Saudi sejauh ini telah ada lima penderita virus corona, tiga di antaranya baru bepergian ke Iran.