Jemaah Diingatkan Sudah Berihram saat Tiba di Jeddah, Tidak Berkaus dan Sepatu
·waktu baca 2 menit

Tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah haji gelombang kedua agar mematuhi aturan ihram sejak sebelum tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah.
Imbauan ini disampaikan menyusul masih ditemukannya banyak jemaah yang belum mengenakan ihram.
Petugas Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita, mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan Jumat (8/5) dini hari hingga pukul 06.00 waktu Arab Saudi, masih banyak jemaah yang mengenakan pakaian biasa, sepatu tertutup, kaus kaki, hingga penutup kepala dan cadar.
“Bahkan dari jemaah yang sudah memakai pakaian ihram pun masih ada yang menggunakan pakaian dalam atau celana panjang,” ujar Anis kepada Media Center Haji 2026 di Bandara King Abdulaziz Jeddah.
Menurut Anis, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kedatangan jemaah gelombang kedua merupakan fase penting dimulainya rangkaian ibadah haji.
Petugas Kloter Diminta Mengingatkan
Ia meminta para petugas kloter, khususnya petugas bimbingan ibadah, lebih intensif mengingatkan jemaah sejak masih berada di embarkasi hingga di dalam pesawat untuk sudah berihram.
“Ketika jemaah sudah berada di udara, utamanya menjelang masuk area miqot atau sebelum mendarat, harus dipastikan lagi bahwa jemaah sudah mematuhi aturan ihram,” katanya.
Ia menjelaskan, waktu pelayanan di Bandara Jeddah sangat terbatas sehingga pemeriksaan satu per satu jemaah setelah tiba menjadi sulit dilakukan.
Karena itu, kepatuhan terhadap aturan ihram perlu dipastikan sejak sebelum pesawat mendarat.
Anis mengungkapkan, tim bimbingan ibadah bersama petugas lintas sektor sebenarnya telah berupaya melakukan pemeriksaan langsung terhadap jemaah saat hendak turun menuju bus.
Petugas menyisir satu per satu jemaah untuk memastikan mereka tidak lagi mengenakan pakaian yang dilarang saat ihram.
“Kami cek satu per satu dan memastikan mereka sudah tidak memakai celana dalam atau pakaian yang tidak sesuai ketentuan ihram. Tapi itu memakan waktu dan tidak efektif jika dilakukan setelah tiba,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap persoalan kepatuhan ihram menjadi perhatian utama seluruh petugas kloter demi kelancaran proses kedatangan jemaah gelombang kedua di Arab Saudi.
“Momen kedatangan gelombang kedua ini sangat krusial karena menjadi pintu masuk prosesi ibadah haji bagi jemaah,” pungkasnya.
