News
·
6 Juli 2020 21:59

Jemaah Haji 2020: 70 Persen WN Asing, 30 Persen WN Arab Saudi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jemaah Haji 2020: 70 Persen WN Asing, 30 Persen WN Arab Saudi (279783)
Suasana Ka'bah di masa pandemi virus corona di Arab Saudi Foto: SPA/Reuters
Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan jemaah haji 2020 berjumlah tak melebihi 10 ribu orang. Jumlah itu akan dibagi porsinya antara warga negara (WN) asing dari berbagai negara yang sudah menetap di Saudi dan warga negara Saudi.
ADVERTISEMENT
Pada Senin (6/7), seperti dilansir SaudiNews50 dan Haramain Sharifain, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memutuskan porsi jemaah haji tahun ini terdiri dari 70 persen warga asing dan 30 persen warga lokal Saudi.
Jemaah haji dari WN Saudi terbatas hanya untuk petugas kesehatan dan petugas keamanan yang telah sembuh dari virus corona.
Mereka akan dipilih dari database pasien yang telah sembuh dan memenuhi standar kesehatan, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka selama masa pandemi corona. Mereka akan dipilih oleh Kementerian Dalam Negeri.
Jemaah Haji 2020: 70 Persen WN Asing, 30 Persen WN Arab Saudi (279784)
Masjidil Haram Foto: pixabay.com
Bisa Daftar Mulai Hari Ini
Sedangkan jemaah haji non-Saudi akan dipilih dari para pendaftar yang memenuhi semua standar kesehatan dan telah melengkapi dokumen hingga batas waktu yang ditentukan.
ADVERTISEMENT
Syarat untuk mendaftar haji bagi jemaah haji non-Saudi adalah:
  • Diprioritaskan bagi mereka yag tidak menderita penyakit kronis apa pun.
  • Mereka yang memiliki sertifikat uji laboratorium PCR.
  • Mereka yang belum pernah menunaikan haji sebelumnya.
  • Usia mereka antara 20 hingga 50 tahun.
  • Berkomitmen untuk mematuhi periode karantina yang ditentukan sebelum dan sesudah haji.
  • Harus memiliki surat izin tinggal (Iqamah) yang valid. Mereka yang hanya mengantongi visa wisata, kunjungan keluarga atau bisnis, tidak diperkenankan mendaftar.
  • Pendaftaran dilakukan via Localhaj.haj.gov.sa selama empat hari, mulai hari ini hingga 10 Juli.
  • Kandidat yang terpilih akan mendapatkan informasi lewat SMS dan email pada 12 Juli 2020.
“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berkeinginan untuk melaksanakan ritual haji dengan mengikuti standar kesehatan tertinggi dan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi para jemaah,” ujar Kementerian Haji dan Umrah.
ADVERTISEMENT