Jemaah Haji 2021 Mulai Berdatangan ke Masjidil Haram, Begini Suasananya
·waktu baca 2 menit

Jemaah haji 2021 dari berbagai daerah di Arab Saudi mulai berdatangan ke Makkah, Sabtu (17/7).
Setelah diterima di titik penyambutan yang ditentukan, mereka diangkut naik bus ke Masjidil Haram, Makkah, untuk melaksanakan Tawaf qudum atau Tawaf kedatangan.
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah 7 kali berlawanan dengan arah jarum jam.
Dalam foto yang diunggah oleh Presidensi Urusan Umum Dua Masjid Suci, terlihat para jemaah pria mengenakan pakaian ihram dan jemaah wanita yang mayoritas mengenakan pakaian berwarna hitam.
Mereka memakai masker dan menjaga jarak. Mereka juga memakai kalung identitas haji yang disediakan panitia.
Satu rombongan terdiri dari 20 orang yang dipimpin oleh seorang petugas pembawa nomor identitas. Nomor yang dibawa berwarna-warni, ada yang merah, kuning, dan dua warna lainnya.
Begini suasana Tawaf jemaah haji rombongan awal:
Suasana Sai
Setelah Tawaf, tampak juga jemaah melaksanakan Sai, yaitu berjalan atau berlari kecil antara bukit Safa dan Marwa bolak-balik. Kedua bukit berjarak 450 meter. Tawaf dan Sai merupakan rangkaian umrah.
Begini suasana Sai:
Jemaah dari WNI Datang Minggu
Jumlah jemaah haji berjumlah 60 ribu orang mukimin yang mewakili 150 negara. Mereka datang bergelombang ke Makkah mulai hari ini hingga besok.
Adapun tawaf kedatangan dijadwalkan berlangsung Sabtu ini hingga Minggu (18/7) atau selama 36 jam.
Waktu jemaah diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan di satu tempat dalam satu tempat yang sama.
Jemaah dari Indonesia yang berjumlah sebanyak 327 orang akan berdatangan pada Minggu besok. Puncak ritual haji berlangsung pada 18-22 Juli 2021.
"Untuk tahun ini tercatat 327 WNI yang akan haji, termasuk saya insyaallah," kata Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, Eko Hartono, kepada kumparan.
"Rencana masuk Tanah Suci tanggal 18 Juli pagi, selesai 22 Juli," sambung dia.
Salah satu bacaan dalam ibadah haji adalah kalimat talbiyah, yaitu:
Labbaykallahumma labbayk, labbayka la syarika laka labbayk. Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk. La syarika lak.
Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
