Jemaah Haji Aceh Dapat Wakaf Habib Bugak Asyi, Total Rp 22 Miliar

Seluruh jemaah haji asal Aceh tahun ini kembali menerima uang wakaf Habib Bugak Asyi. Lebih dari 4.000 jemaah Aceh menerima uang wakaf dengan total Rp 22 miliar.
Penyerahan wakaf yang dikelola Baitul Asyi ini dilakukan mulai Minggu (28/7) oleh pengelola dana wakaf Baitul Asyi di Mekkah. Pada Senin (29/7), dana wakaf kembali dibagikan untuk kloter BTJ 4 di kawasan Syisyah.
Pengelola wakaf Syeikh Dr Abdul Latif Baltou mengatakan wakaf ini telah berjalan selama 14 tahun. Tahun ini akan dibagikan uang 1.200 riyal, atau sekitar Rp 4,8 juta, kepada masing-masing 4.688 jemaah haji asal Aceh. Total wakaf yang dikeluarkan Baitul Asyi tahun ini berjumlah 6 juta riyal atau sekitar Rp 22 miliar.
"Syeikh Baltou tidak akan memberikan kecuali kepada orangnya langsung, tidak bisa diwakilkan," ujar Jamaluddin Affan, staf operasional wakaf Baitul Asyi, kepada tim Media Center Haji.
Wakaf Habib Bugak Asyi adalah amanah yang disampaikan Habib Bugak sejak tahun 1800-an. Habib Bugak adalah warga Arab yang tinggal di Aceh ketika itu. Dia pergi ke Mekkah untuk berhaji dan membeli sebidang tanah di sekitar Masjidil Haram.
Tanah tersebut dia wakafkan untuk kepentingan masyarakat Aceh di tanah suci. Seiring perjalanan waktu, tanah wakaf Habib Bugak dikelola dengan profesional dan menjadi wakaf produktif. Di tanah yang dibeli Habib Bugak Asyi kini telah dibangun berbagai aset, di antaranya tiga hotel mewah dan perumahan.
Wakaf itu dikelola oleh dua orang Nadzir yang dikukuhkan oleh Mahkamah Syariyyah Mekkah, yakni Prof Dr Abdurrahman Abdullah Asyi dan Syaikh Abdul Latif Baltou. Sedangkan bendahara Muhammad Sayyid, warga negara Mesir.
Selain diberikan kepada jemaah asal Aceh, wakaf ini juga diperuntukkan bagi penduduk Mekkah keturunan Aceh yang telah menjadi warga Arab Saudi, dan mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di tanah suci.
"Harta Wakaf ini tidak akan pernah terputus. Selamanya, selama masih di dunia sampai hari kiamat. Kami akan menjaga dan merawat dengan baik, menginfakkan kepada yang telah diamanahkan Habib Bugak untuk masyarakat Aceh dan Allah menjaganya, Allah memeliharanya," kata Syeikh Baltou.
Jemaah Aceh penerima wakaf, Djufri, mengaku gembira dengan pemberian wakaf tersebut. Dia senang dana wakaf tersebut telah dikelola dengan baik oleh Baitul Asyi. Rencananya uang itu akan dibelikannya kurban di Masjidil Haram. "Sisanya mungkin bisa dimanfaatkan di Aceh, untuk wakaf Al-Quran di masjid-masjid," kata Djufri.
Berikut lima aset wakaf Habib Bugak Asyi (Baitu Asyi) untuk jemaah haji Aceh di Mekah:
1. Hotel bintang lima Elaf Masyair, berkapasitas 650 kamar di wilayah Ajiyad Mushafi, berjarak sekitar 250 meter dari Masjidil Haram.
2. Hotel bintang lima Ramada, berkapasitas 1.800 kamar, di wilayah Ajiyad Mushafi, sekitar 300 meter dari Masjidil Haram.
3. Hotel Wakaf Habib Bugak Asyi di Aziziah. Bisa menampung 750 jemaah haji, dibangun di atas tanah 800 meter persegi.
4. Tanah dan bangunan seluas 900 meter di Aziziah. Digunakan sebagai Kantor Wakaf Habib Bugak Asyi di Mekah.
5. Gedung di kawasan Syaikiyah yang dibeli pada 2017 oleh Naazir Wakaf Baitul Asyi senilai 6 juta riyal. Gedung ini dijadikan tempat tinggal warga Arab Saudi keturunan Aceh dan orang Aceh yang bermukim di Arab Saudi secara gratis, tanpa batas waktu tinggal.
