Jemaah Haji Belum Bayar Dam Bisa Datang ke Daker Makkah, Harga Rp 2,4 Juta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana terminal bus Syib Amir dan Bab Ali usai jemaah haji salat di Masjidil Haram Foto: Ahmad Romadoni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana terminal bus Syib Amir dan Bab Ali usai jemaah haji salat di Masjidil Haram Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Kementerian Agama tengah menggalakkan penataan ulang pembayaran dam bagi jemaah haji. Sebagai pembuka, petugas haji tahun ini wajib membayar dam terpusat di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah dengan harga SR (Saudi Riyal) 600 (sekitar Rp 2,4 juta).

Penataan ulang ini bukan tanpa alasan. Selama ini, pembayaran dam yang dilakukan jemaah haji dinilai belum transparan.

Kepala PPIH Arab Saudi Daker Mekah Khalilurrahman (kanan) memilih kambing untuk pembayaran dam bagi petugas haji yang melakukan haji Tamattu' di rumah potong hewan (RPH) Al Ukaisyah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (14/6/2023). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Kasie Bimbingan Ibadah Daker Makkah, Zulkarnain Nasution, mengatakan selama ini jemaah haji dalam pembayaran dam hanya memilih kambing lalu melihat kambing disembelih. Setelah itu, jemaah tidak tahu daging itu disalurkan ke mana.

"Cuma tradisi jemaah haji kita tidak sampai distribusi, dia potong, disembelih, di RPH [Rumah Potong Hewan] dianggap selesai. Kita berharap terdistribusi," kata Zulkarnain di Daker Makkah, Arab Saudi, Kamis (15/6).

"Karena itu pemerintah berharap daging ini jangan sampai terbiarkan di RPH, dimanfaatkan orang lain. Ada informasi yang kami dapat, setelah disembelih jemaah pergi, dijual lagi oleh jagal atau orang tertentu di RPH," jelas dia.

Kasie Bimbingan Ibadah Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Zulkarnain Nasution Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Zulkarnain mengatakan, pemerintah ingin jemaah mendapatkan kesempurnaan dari sisi syariah. Sebab, pembayaran dam atau hadyun merupakan bagian dari haji tamattu yang dijalani jemaah haji.

Karena itu, pemerintah menjalin kerja sama dengan RPH Al-Okaishiah. Di sini, ada 1,5 juta kambing yang disiapkan untuk jemaah.

Di masa puncak haji, kapasitas penyembelihan kambing bisa mencapai 200 ribu kambing dengan 3.000 lebih petugas penyembelihan.

Di sini, jemaah memilih kambing sendiri, kebanyakan jenis barbari. Lalu ke loket pembayaran dan diberi nomor.

Kemudian melihat sendiri kambingnya disembelih, dikuliti, hingga diserahkan dagingnya sesuai dengan nomor yang telah diberikan. Isi perut dan kulit langsung dibuang.

Jemaah calon haji memadati Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Rabu (14/6/2023) malam. Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto

Bagi jemaah yang ingin menyalurkan sendiri daging kambing dam bisa membawa pulang. Atau, bisa menyerahkan melalui RPH untuk disalurkan ke fakir miskin di Tanah Haram (Makkah).

Bahkan, mereka punya fasilitas cold storage. Bagi jemaah yang ingin menunda dulu distribusi daging, mereka bisa menyimpannya dulu di sana sehingga tak busuk.

"Jadi saya mengimbau kepada jemaah haji kita mari kita jaga kesempurnaan haji kita pada keyakinan yang sepenuhnya," kata dia.

Zulkarnain mengatakan, tata kelola dam yang baru ini memang diwajibkan untuk petugas. Tapi, bagi jemaah yang ingin bergabung juga bisa datang langsung ke kantor Daker Makkah.

Kepala PPIH Arab Saudi Daker Mekah Khalilurrahman (kedua kanan) memilih kambing untuk pembayaran dam bagi petugas haji yang melakukan haji Tamattu' di rumah potong hewan (RPH) Al Ukaisyah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (14/6/2023). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Para ketua kloter juga bisa ikut mensosialisasikan hal ini. Setelah uang terkumpul, mereka bisa datang langsung ke kantor Daker Makkah.

"Bagi jemaah haji yang baru sampai dan belum memotong damnya untuk mengikuti surat edaran ini," ucap dia.

Setelah proses dam selesai, setiap jemaah akan mendapatkan sertifikat pembayaran dam. Jadi semua proses transparan dan akuntabel.