Jemaah Haji Berdesakan di Mina, Menag Minta Saudi Beri Tempat yang Lebih Luas

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyoroti tenda di Mina yang dinilai tak layak dan overload. Ia mengatakan, hal itu dikarenakan kuota haji Indonesia terus bertambah, tapi tidak dibarengi dengan perluasan area untuk jemaah.
"Kita ini kuotanya ditambah, tapi space-nya tetap, tidak diberikan tambahan. Jadi itu konsekuensi logis," kata Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/7).
Ia memastikan akan melakukan evaluasi dan perbaikan. Ia mengatakan, isu itu akan dibahas dengan pemerintah Arab Saudi.
"Kita juga sudah minta pemerintah Saudi supaya memberikan space yang lebih itulah. Kita akan berjuang, kita berjuang karena keputusan di sana, bukan di sini. Kita ini berjuang," ungkapnya.
Terkait terobosan Murur dan tanazul yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Yaqut bersyukur karena hal itu dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ia menyebut, terobosan Murur mengatasi permasalahan pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina.
"Tahun-tahun sebelumnya itu paling cepat jam 10 pagi baru bisa dievakuasi dari Muzdalifah untuk diberangkatkan ke Mina. Karena kita pakai skema Murur, alhamdulillah setengah 8 pagi, jam 07.32 WAS tepat itu bersih semua Muzdalifah," jelasnya.
Sehingga, ia menilai pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah semuanya lancar. Kalau ada kekurangan sana sini, ya, pasti, ya, kita ini manusia dan hidup di dunia. Pasti ada kurang sana sini dan itu yang perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, dievaluasi bersama," pungkasnya.
