Jemaah Haji Dapat Konsumsi Penuh Tahun Ini, Termasuk saat Puncak Haji
ยทwaktu baca 4 menit

Jemaah Haji Indonesia akan mendapatkan konsumsi penuh tahun ini, termasuk saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada medio Juni nanti.
Hal ini berbeda dari tahun lalu yang menjelang dan setelah puncak haji selama 3 hari jemaah tidak mendapatkan layanan katering.
"Khusus tahun ini alhamdulillah jemaah Indonesia selama di Arab Saudi akan mendapatkan konsumsi secara penuh di Makkah, Madinah, maupun di masyair (Armuzna). Mereka akan makan 3 kali sehari dengan menu yang sudah disesuaikan dengan cita rasa Nusantara, Indonesia," kata Kasie Konsumsi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah Beny Darmawan di Kantor Daker Makkah, Rabu (22/5/2024).
Beny mengatakan tim PPIH akan memastikan pelayanan konsumsi jemaah berjalan baik dan tidak ada keterlambatan. Hal ini misalnya dengan memberikan pelatihan kepada 57 perusahaan katering lokal yang mengelola konsumsi jemaah.
"Penyedia konsumsi atau dapur telah kita seleksi, sudah siap melayani jemaah-jemaah yang ada di Makkah," ucapnya.
"Juru masaknya juga kita latih semua. Pelatihan meliputi 3 hari, pelatihan teori narsum dari tenaga profesional," imbuh Beny.
Menu makanan juga sudah disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia. Misalnya saja saat makan pagi ada menu nasi kuning, telur, sayur dan buah.
Khusus untuk lansia, menu akan disesuaikan dengan kebutuhan. Seperti bubur tim atau makanan yang tidak keras.
Kita juga memprioritaskan menu untuk jemaah haji lansia. Menunya khusus, misalnya nasi lebih lembut atau nasi tim atau bubur," ucap Beny.
84 Kali Makan Selama 28 Hari
Total makan jemaah selama di Makkah, kata Benny, sebanyak 84 kali dengan masa tinggal 28 hari. Jemaah tidak usah khawatir kekurangan makanan.
"Tahun ini jemaah haji mendapat full makan, jemaah yang masih di Tanah Air tidak usah lagi membawa makanan kayak beras dan lainnya," kata Benny.
"Harap dikonsumsi sesuai dengan jamnya sesuai yang tertera di boks. Jangan menunda-nunda makan yang telah disediakan di pemondokan," imbuhnya.
Konsumsi saat puncak Haji
Menjelang puncak haji tanggal 8 Zulhijah, jemaah akan mendapatkan makan pagi dari hotel sebelum diberangkatkan ke Arafah.
Lalu saat berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) tanggal 8 (siang hari), 9, 10, 11 dan 12 Zulhijah para jemaah akan mendapatkan makan 15 kali. Penyedia katering berasal dari masyariq yang bekerja sama dengan PPIH.
"Di Armuzna, 15 kali makan. Enam kalinya di antaranya siap saji dari Masyariq," ucap Benny.
Makanan cepat saji itu contohnya nasi rendang. Nanti para jemaah tinggal menghangatkan konsumsi tersebut di pemondokan.
"Nanti saat di pondokan tinggal dipanaskan, kita sudah siapkan steamer. Misalnya nasi rendang, nasinya saja yang dipanaskan, lauknya tidak. Kalau sudah dibuka jangan lewat dari 2 jam segera dikonsumsi," katanya.
Pihaknya juga akan melakukan pengawasan kepada pihak masyariq yang menyediakan katering selama di Armuzna. Hal ini untuk memastikan makanan diterima jemaah sesuai jadwal dan tidak ada keterlambatan.
"Itu nanti ada pengawasan juga dari kita untuk mengantisipasi keterlambatan," ucap Benny.
Tahun lalu 3 hari tak ada layanan katering
Saat penyelengaraan haji tahun 2023 lalu, jemaah tidak mendapatkan konsumsi selama 3 hari pada masa puncak haji. Jemaah yang sudah diberikan uang saku, diimbau mencari alternatif sumber makanan lain, misalnya memesan di warung dekat hotel atau bekerja sama dengan mukimin.
Jemaah tidak mendapat makan pada 7, 14, dan 15 Zulhijah atau pada 25 Juni, serta 2 dan 3 Juli 2023. Jadi bukan selama pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina, jemaah tidak mendapatkan makan.
"Tanggal 7 Zulhijah tidak ada layanan katering. Jadi agar menjadi perhatian untuk menyiapkan diri, siapkan konsumsi di tanggal itu," kata Ketua PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid, di Makkah, Kamis (22/6/2023).
Sedangkan, selama masa puncak haji mulai tanggal 8 Zulhijah atau 26 Juni jemaah kembali mendapatkan makan.
"Selama di masyair, di Armuzna kami sediakan 16 kali makan," kata Subhan.
