Jemaah Haji Diimbau Hafalkan Tempat Tinggal di Arafah & Mina: Tenda Sama Semua
·waktu baca 2 menit

Jemaah haji sudah harus menyiapkan diri menghadapi puncak haji untuk wukuf di Arafah 27 Juni 2023. Selain fisik, warga juga harus mulai menghafalkan maktab dan tenda yang jadi tempat tinggal jemaah.
Tidak jarang, jemaah haji tersasar saat di Arafah dan Mina. Sebab, tenda jemaah haji bentuknya sama. Yang membedakan hanya nomor tenda dan mungkin tak begitu terlihat oleh jemaah.
"Harus dihafalin betul lokasi tenda masing-masing sehingga tidak menyulitkan jemaah ketika kembali seperti dari kamar mandi atau keluar untuk memenuhi kebutuhannya, maka hafalkan betul situasi dan kondisi yang ada di sekitaran wukuf di Arafah," kata Kabid Linjam PPIH Arab Saudi, Harun Al-Rasyid, di Makkah, Jumat (23/6).
Harun meminta jemaah haji tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan sampai puncak haji nanti. Termasuk nanti saat berada di Arafah dan Mina.
Tidak jarang jemaah haji malah naik ke Jabal Rahmah. Bukan beristirahat sambil memperbanyak zikir di tenda.
"Saya mengimbau jemaah untuk tidak banyak melakukan pergerakan di Arafah karena di sana tendanya berdekatan," tambah dia.
Jemaah yang mau berpindah tempat dari tenda baiknya hafalkan dulu lokasi tempat tinggalnya. Tanda-tanda khusus bisa jadi pengingat agar tidak tersasar.
"Harus jadi perhatian karena di sana tidak ada tanda khusus yang membedakan tenda kita dengan jemaah lain atau tenda kita dengan maktab lain. Hampir sama semuanya," ucap dia.
Jemaah haji mulai bergerak dari Makkah ke Arafah pada 8 Zulhijah atau 26 Juni 2023. Setibanya di Arafah, jemaah mabit semalam untuk melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah atau 27 Juni 2023.
Sore harinya, jemaah bergerak dari Arafah menuju ke Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu.
Pada 10 Zulhijah atau 28 Juni dini hari, jemaah bergerak ke Mina untuk mabit sampai 13 Zulhijah. Selama itu, jemaah akan melakukan lempar jumrah ke jamarat.
Setelah itu, jemaah kembali ke Makkah untuk melanjutkan tawaf ifadah dan sai di Masjidil Haram.
